Satusuaraexpress.co | Jakarta — Tokoh Pemuda Jakarta Barat, Umar Abdul Aziz menyarankan kepada Gubernur DKI, Pramono Anung untuk memberikan MBG kepada warga yang mengungsi karena banjir.
“Pada masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang berlangsung hingga tanggal 28 mendatang hidangan atau nasi yang seharusnya disiapkan untuk Program Makanan Bergizi (MBG) siswa lebih baik diberikan kepada warga yang mengungsi akibat terdampak banjir, ” kata Umar, Jumat (23/1/2026).
Umar mengajukan saran tersebut, bukan tanpa sebab. Pemprov Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta tengah menerapkan pembelajaran jarak jauh dari tanggal 23 hingga 28, sehingga pelaksanaan MBG secara menyeluruh di seluruh sekolah menjadi tidak mungkin dilakukan.
“Dengan kondisi demikian, pemberian makanan yang telah disiapkan melalui program tersebut akan lebih bermakna jika diberikan kepada mereka yang kehilangan tempat tinggal dan akses pangan akibat bencana banjir, ” ucapnya.
Baca juga : Cuaca Ekstrem Menghantui Jakarta, Disdik DKI Instruksikan Sekolah Terapkan PJJ Hingga 28 Januari
Diketahui, hari ini, Jumat (23/1/2026), satuan pendidikan di seluruh Ibu Kota Jakarta mulai melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar online. Langkah ini merupakan tindakan yang diinstruksikan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menyusul terjadinya cuaca ekstrem yang telah berlangsung sejak Kamis (22/1/2026).
Sejak pagi hari ini, Jakarta diguyur hujan deras yang membuat banjir yang muncul pada hari sebelumnya berpotensi meluas. Untuk menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik serta memastikan kegiatan belajar-mengajar tidak terganggu, Kepala Disdik Jakarta telah mengeluarkan Surat Edaran pada tanggal 22 Januari 2026. Merujuk Surat Edaran Nomor 9SE/2026, masa pelaksanaan PJJ ditetapkan dari tanggal 23 hingga 28 Januari 2026, yang juga merupakan tindaklanjuti dari prediksi cuaca yang disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) DKI Jakarta.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung telah menyampaikan bahwa akan menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi pegawai dan belajar dari rumah bagi siswa jika Jakarta diguyur hujan lebat. Pernyataan tersebut disampaikannya di Balai Kota Jakarta Pusat pada Kamis (22/1/2025), dilansir dari KompProgra.
Gubernur menjelaskan bahwa kebijakan ini disiapkan sebagai antisipasi ketika curah hujan tinggi berpotensi mengganggu aktivitas dan mobilitas warga.
Baca juga : Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Mendukung Pembatasan Penggunaan Gawai di Sekolah
Pramono juga menyebutkan contoh hujan lebat yang pernah melanda Jakarta pada Sabtu (17/1/2026) dan Minggu (18/1/2026). Saat itu, kondisi cuaca ekstrem bertepatan dengan hari libur panjang sehingga tidak memerlukan penerapan WFH atau PJJ. Ia mengungkapkan harapannya agar kondisi cuaca di Jakarta segera stabil sehingga kebijakan tersebut tidak perlu terus diberlakukan.
Selain itu, Gubernur juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi umum ketika hujan melanda Jakarta. Imbauan ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi pada saat kondisi cuaca ekstrem.













