Satusuaraexpress.co | Makassar — Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Makassar hingga saat ini masih melakukan upaya pencarian terhadap tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta tujuh kru yang berada di dalam pesawat ATR 42 yang hilang kontak.
Pesawat yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport tersebut dilaporkan tidak dapat dihubungi sejak Sabtu, 17 Januari 2026, di wilayah Maros, Sulawesi Selatan.
Salah satu pegawai KKP yang menjadi penumpang adalah Yoga Nouval, seorang pria berusia 30 tahun. Minggu pagi ini, ibu korban, Yanti, ditemui di rumah duka yang terletak di Jalan Tutul Raya, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Wajahnya terlihat lelah dan penuh harap saat menyampaikan bahwa hingga kini ia belum menerima kabar lanjutan mengenai nasib anaknya dari pihak KKP.
“Sampai sekarang belum ada kabar lagi dari pihak KKP. Kami sekeluarga masih menunggu kepastian,” ucap Yanti dengan nada yang penuh kesabaran namun juga kekhawatiran.
Yoga merupakan anak pertama dari pasangan Yanti dan almarhum Subiyanto. Pria yang telah berkeluarga itu ditinggalkan istri serta seorang anak bernama Arshaka (8 tahun), yang saat ini sedang menempuh pendidikan di bangku sekolah dasar di kawasan Duren Sawit.
Baca juga : KPK Menegaskan Punya Bukti Aizzudin Abdurrahman Terima Uang Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024
Selain itu, Yoga memiliki dua orang adik, Sultan (15 tahun) yang masih sekolah, dan Kresna yang saat ini bekerja sebagai pekerja pelayaran.
Di kediaman Yoga Nouval, suasana terasa penuh dengan kedukaan dan dukungan. Sejak pagi hari, kerabat serta sahabat dekat telah berdatangan satu per satu. Mereka datang tidak hanya untuk memastikan informasi terkait keberadaan Yoga, namun juga memberikan dukungan moril yang mendalam kepada seluruh anggota keluarga.
Di halaman rumah, sebuah tenda duka berwarna hijau telah terpasang rapi. Sejumlah pekerja terlihat sibuk mengatur kursi-kursi di bawah tenda, meskipun cuaca gerimis terus menyelimuti kawasan tersebut. Setiap gerakan mereka dilakukan dengan hati-hati, seolah menyadari betapa pentingnya setiap detail untuk memberikan kenyamanan bagi keluarga yang sedang merasakan kehilangan yang belum pasti.
Dalam perkembangan terbaru, Tim SAR Gabungan melaporkan telah menemukan puing-puing pesawat ATR milik Indonesia Air Transport di lereng Gunung Bulusaraung pada hari yang sama.
Kondisi pesawat tercatat hancur, dengan bagian badan dan ekor ditemukan terpisah satu sama lain di sisi utara puncak gunung. Meskipun demikian, upaya pencarian untuk menemukan kesepuluh orang yang berada di dalam pesawat masih terus dilakukan oleh tim yang bekerja tanpa kenal lelah.













