Satusuaraexpress.co | Jawa Barat – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tidak ambil pusing menanggapi kritik hingga ancaman terkait dengan salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas).
Hal tersebut disampaikan Dedi merespons ultimatum yang disampaikan juru bicara Ketua Umum GRIB Jaya Hercules, Razman Arif Nasution.
“Kita ini pemerintah menjalankan tugas untuk menjaga investasi berjalan dengan baik, rakyat bisa bekerja, rakyat bisa sejahtera,” kata Dedi, Kamis (1/5/2025).
Baca juga : Katat! Mulai 2 Mei 2025 Kurikulum Wajib Militer di SMA/SMK Mulai Diterapkan
Dedi mengatakan akan selalu memberikan rasa aman kepada masyarakat Jawa Barat dan para investor. Ia mengaku tidak takut terhadap ancaman apapun.
“Saya tidak akan pernah mendengarkan ancaman dari siapapun,” ungkapnya.
Dedi mengatakan, dirinya tidak anti kritik. Namun begitu, kritik yang disampaikan, harus bersifat bermanfaat bagi masyarakat Jabar.
Baca juga : Cerita Mbah Tupon, Tidak Bisa Baca Tulis Kehilangan Tanah 1.655 m2 Akibat Ditipu Mafia Tanah
“Saya akan mendengarkan kritik siapapun, kalau itu bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Jawa Barat,” ucapnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Ketum GRIB Jaya Hercules, Razman Arif Nasution mengultimatum Dedi Mulyadi. Razman meminta Dedi tidak mengganggu kegiatan ormas yang dapat berpotensi menjadi konflik.
Anggota GRIB diduga terlibat aksi kekerasan beberapa hari lalu ketika polisi hendak menangkap pimpinan GRIB di Depok, Jawa Barat. Mereka juga membakar tiga mobil polisi.
Baca juga : Sempat Ditolak Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya, Tim Advokat Berhasil Polisikan Roy Suryo
Polisi telah menangkap tujuh tersangka dalam kasus tersebut. Dari ketujuh tersangka itu, enam di antaranya merupakan anggota GRIB.
Tiga mobil polisi hangus dibakar sejumlah orang saat hendak menangkap tokoh masyarakat pelaku penganiayaan di Kampung Baru, Harjamukti, Kota Depok, Jumat (18/4) dini hari.













