Proyek Pembangunan Hotel di Kembangan Picu Banjir Parah, Warga Desak Tindakan Segera

IMG 20250304 WA0055
Warga setempat mencurigai bahwa proyek pengurugan yang dilakukan oleh pengembang menyebabkan tersumbatnya saluran drainase yang sudah ada, sehingga air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar.

Satusuaraexpress.co | Jakarta –  Warga sekitar Jalan Kembangan Selatan, Jakarta Barat, mengungkapkan kekecewaan dan kekhawatiran mereka terhadap dampak proyek pembangunan yang diduga akan dijadikan hotel, yang saat ini sedang berlangsung di kawasan Ring Road Kembangan. Hujan deras yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir besar yang merendam jalanan hingga mencapai ketinggian hampir setinggi paha orang dewasa, memicu protes keras dari masyarakat yang terdampak.

Sebelumnya, wilayah Kembangan dikenal sebagai kawasan rawan banjir saat musim hujan, terutama di sekitar lampu merah kolong tol Kembangan. Namun, dampak dari proyek pengurugan yang tengah berlangsung kini menyebabkan banjir menjadi semakin parah. “Dulu banjir hanya terjadi sekitar lampu merah kolong tol Kembangan saja, tapi sejak ada proyek pengurugan ini, intensitas banjir meningkat drastis. Sekarang, banjir bisa mencapai hampir setinggi lutut,” ungkap salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi, Selasa (4/3/2025).

Warga setempat mencurigai bahwa proyek pengurugan yang dilakukan oleh pengembang menyebabkan tersumbatnya saluran drainase yang sudah ada, sehingga air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar. Akibatnya, air meluap ke jalanan dan menggenangi pemukiman warga. “Kami merasa sangat terganggu dengan kondisi ini. Kalau sebelumnya hanya banjir kecil di sekitar lampu merah, sekarang banjirnya sudah meresahkan warga. Ini jelas akibat dari proyek pengurugan yang sedang berlangsung,” ujar warga lainnya.

Tidak hanya soal banjir, banyak warga juga mempertanyakan perencanaan proyek ini, yang dinilai tidak mempertimbangkan dengan baik elevasi tanah dan sistem drainase yang ada di sekitar wilayah tersebut. “Ini pertama kalinya kami mengalami banjir setinggi ini. Kami ingin tahu apakah analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) sudah dilakukan dengan baik. Karena kalau dilihat dari kondisi sekarang, tampaknya proyek ini tidak memperhitungkan potensi dampaknya terhadap lingkungan sekitar,” kata warga dengan nada kesal.

Kekhawatiran yang lebih besar muncul karena minimnya informasi terkait dengan prosedur perizinan proyek, termasuk adanya dugaan bahwa proyek tersebut tidak dilengkapi dengan studi dampak lingkungan yang memadai. Warga pun mendesak agar pihak pengembang, Pulau Intan, serta pemerintah daerah dan pusat segera melakukan evaluasi dan mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah ini.

“Proyek ini seharusnya memberikan manfaat, bukan malah memperburuk kondisi kami. Kami sudah cukup menderita dengan banjir yang semakin parah. Kami meminta agar pihak pengembang segera memperbaiki sistem drainase dan pemerintah segera turun tangan untuk memastikan proyek ini tidak menambah masalah bagi warga,” tegas warga yang terdampak banjir.

Mereka juga mengingatkan agar pihak terkait lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat dalam merencanakan pembangunan di wilayah tersebut, dan memastikan proyek tidak merusak kualitas hidup warga yang telah lama tinggal di kawasan Kembangan. Dengan semakin meningkatnya intensitas hujan, warga berharap ada langkah konkret dari pemerintah dan pengembang untuk mengatasi banjir yang kini meresahkan mereka setiap kali musim hujan datang.

[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *