Hari Kedua Operasi Modifikasi Cuaca BPBD DKI Jakarta Berlangsung Lancar, Intensitas Hujan Mulai Terkendali

IMG 20241208 WA0002
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melanjutkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada hari kedua, Minggu (8/12), dengan titik operasi berpusat di Bandar Udara Budiarto, Curug, Banten.

Satusuaraexpress.co | Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melanjutkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada hari kedua, Minggu (8/12), dengan titik operasi berpusat di Bandar Udara Budiarto, Curug, Banten. Operasi ini bertujuan untuk mengurangi intensitas curah hujan di wilayah DKI Jakarta sesuai prediksi cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sekretaris Pelaksana BPBD DKI Jakarta beserta staf meninjau Operasi Modikasi Cuaca (OMC) hari kedua ini akan melaksanakan tabur garam atau biasa di sebut Semai ini di perkirakan terbang dengan ketinggian 8.000 Fet – 11.000 Fet dengan membawa 800 Kg Garam.

Rute tabur garam yaitu di kawasan laut Selat Sunda, laut Jawa dan kawasan Serang, banten. Dalam kegiatan OMC ini BPBD DKI Jakarta juga berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan PT SAI (Songo Aviasi Indonesia).

Baca : Tim Hukum Ridwan Kamil Menyiapkan Gugatan ke MK, Sebut KPU dan Bawaslu Tak Profesional

Sekretaris Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Maruli Tua Sijabat menyampaikan bahwa pelaksanaan pada hari kedua ini berjalan sesuai rencana. Tim pelaksana bersama BMKG memantau pergerakan awan potensial dari arah barat dan barat daya, melakukan penyemaian menggunakan pesawat terbang untuk mendistribusikan curah hujan secara merata dan mengurangi risiko banjir di Jakarta.

“Hasil sementara dari OMC menunjukkan adanya penurunan intensitas hujan di beberapa wilayah yang sebelumnya berpotensi mengalami curah hujan tinggi. Kami terus memantau dinamika atmosfer dan menyesuaikan strategi penyemaian agar hasil operasi lebih maksimal,” ujar Maruli Tua Sijabat.

Pada hari kedua ini, penyemaian awan dilakukan sebanyak dua kali penerbangan dengan menggunakan bahan semai berbasis garam (NaCl) untuk mempercepat proses pengendapan di wilayah udara luar Jakarta. Penyemaian ini dilakukan pada awan-awan di sekitar perbatasan wilayah Jakarta untuk mengurangi intensitas hujan sebelum masuk ke kawasan urban.

BMKG melaporkan bahwa curah hujan di wilayah Jakarta pada Minggu (8/12) pagi hingga siang hari berada dalam kategori sedang, dengan intensitas hujan yang lebih terdistribusi dibandingkan hari sebelumnya. Prediksi menunjukkan bahwa potensi hujan lebat masih akan terjadi pada malam hari hingga Senin pagi (9/12).

Baca : Dipecat Dari PDIP, Ternyata Joko Widodo Sudah Jadi Anggota Kehormatan Partai Golkar

Selain upaya OMC, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat koordinasi antar-OPD, termasuk menyiagakan pompa air, menyiapkan logistik darurat, dan memastikan kesiapan posko pengungsian jika diperlukan. Dinas Sumber Daya Air (SDA) juga terus mengawasi kapasitas saluran air agar dapat menampung curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari ini.

Dengan upaya terpadu ini, Pemprov DKI Jakarta berharap dampak akibat hujan lebat dapat diminimalkan, sekaligus memastikan keselamatan masyarakat Jakarta.

“Kami akan terus melaporkan hasil operasi dan kondisi cuaca terkini kepada masyarakat agar informasi yang diberikan selalu akurat dan relevan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *