Pendiri Zoom dan Segala Lika-Liku Perjalanan Hidupnya, Kekayaannya Mencapai…..

IMG 20200925 105738

satusuaraexpress.co – Aplikasi Zoom dalam masa keemasannya. Ditengah pandemi Zoom menjadi populer di dunia, sebab keberadaannya sangat penting untuk menunjang orang-orang yang harus bekerja di rumah (WFH).

Tangan ahli pembuat Zoom, Eric Yuan, namanya semakin besar dan populer hingga menjadikannya salah satu orang terkaya di dunia saat ini.

Dikutip Forbes, Eric Yuan dan keluarganya kini berada di posisi ke-43 orang terkaya di dunia. Nilai kekayaan bersihnya berkisar US$ 22,1 miliar atau Rp 327,08 triliun dengan kurs saat ini, Rp 14.800.

Akan tetapi kesuksesannya tersebut dicapai tidak secara instan atau bantuan magis begitu saja. Yuan tak henti-hentinya bersusah payah untuk bisa mencapai puncak kejayaannya saat ini.

Yuan memiliki gelar master, ia merupakan alumni lulusan studi di Shandong University of Science & Technology mengambil jurusan matematika dan ilmu komputer. Beberapa fakta ditemukan, bahwa Yuan saat menempuh gelar masternya dirunya sudah menikah.

Yuan sangat mengidolakan Bill Gates, pendiri Microsoft. Ia yakin, dengan menempuh studinya itu, dirinya bisa sukses seperti Bill Gates. Meski menyadari hal itu dirinya tetap optimis walaupun semoat mengalami penolakan mendapatkan visa sebanyak 7 kali dalam waktu satu setengah tahun.

“Saya berkata pada diri sendiri, OK, bagus. Saya akan melakukan semua yang saya bisa, sampai Anda memberi tahu saya bahwa saya tidak akan pernah bisa datang ke sini lagi. Jika tidak, saya tidak akan berhenti,” katanya seperti dikutip dari Forbes.

Pada tahun 1997, Yuan bergabung dengan Webex yang berusia dua tahun, yang berbasis di Milpitas, California. Webex go public pada Juli 2000 dan diakuisisi oleh Cisco seharga US$ 3,2 miliar pada tahun 2007. Tidak lama kemudian Cisco menunjuk Yuan untuk memimpin kelompok teknik Webex.

Namun, di tahun 2010 Yuan merasa tidak senang. Sebab, layanan itu tidak terlalu bagus. Setiap penggunanya masuk ke layanan Webex, sistem perusahaan harus mengidentifikasi produk, apakah iPhone, Android, PC, atau Mac yang membuat segalanya menjadi lambat.

“Suatu hari nanti seseorang akan membangun sesuatu di cloud, dan itu akan membunuh saya,” kata Yuan kepada Bill Tai salah satu investor ventura yang menjadi pendukung pertama Zoom.

Setelah setahun ‘mengganggu’ atasannya untuk mengizinkannya membangun kembali Webex, Yuan menyerah dan memutuskan untuk meninggalkan Cisco pada 2011.

“Cisco lebih fokus pada jejaring sosial, mencoba membuat perusahaan Facebook,” katanya.

“Cisco membuat kesalahan. Tiga tahun setelah saya pergi, mereka menyadari apa yang saya katakan itu benar,” sambungnya.

Singkat cerita, setelah itu Yuan membangun aplikasi Zoom. Aplikasi tersebut terus berkembang setelah memperoleh banyak penggalangan dana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *