Menjelajahi Makna Ramadhan yang Penuh Berkah

IMG 20260312 WA0000
Kepala Pelaksana BPBD DKI Isnawa Adji.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Momen bulan Ramadhan dimanfaatkan secara maksimal oleh Kepala Pelaksana BPBD DKI Isnawa Adji. Baginya, bulan suci ramadhan menjadi nikmat yang tak terhitung jumlahnya.

“Alhamdulillah, bulan suci Ramadhan kembali menghiasi langit kehidupan saya. Setiap detiknya saya isi dengan berbagai bentuk ibadah dan perbuatan baik, sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang tak terhitung jumlahnya, ” kata Isnawa.

Tidak hanya itu, ia juga menghabiskan malam-malam yang penuh keheningan diisi dengan melaksanakan shalat Tarawih bersama jamaah di masjid terdekat. Sementara hari-hari penuh dengan kesabaran menjalankan ibadah puasa yang murni hati.

Sejak setelah shalat Subuh hingga pukul 06.00 pagi, waktu emas tersebut ia khususkan untuk tadarus Al-Qur’an, merenungkan setiap ayat yang memancarkan kebenaran dan kedamaian. Tak hanya di rumah, jelang waktu shalat Dzuhur dan mulai pukul 16.00 hingga menjelang Maghrib, saya tetap konsisten melanjutkan tadarus baik di ruang kerja maupun saat berada di rumah.

“Selain itu, dengan izin Allah, saya rutin memberikan sembako kepada lansia yang tidak mampu, janda tua yang membutuhkan, serta muadzin masjid yang selalu berjasa dalam membimbing jamaah, ” ujarnya.

Dalam menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa, ia telah mengurangi konsumsi makanan berkarbohidrat tinggi seperti tepung dan gula. Bersama istri, ia menyusun pola makan yang seimbang; istri selalu membuatkan minuman segar dari air bersih, kurma, dan nubis, sementara saya lebih banyak mengonsumsi makanan tinggi protein seperti telur dan lauk pauk lainnya.

Ramadhan juga menjadi kesempatan berharga untuk berkumpul bersama keluarga. Setiap sahur dan buka puasa saya laksanakan bersama istri serta anak bungsu yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Padjadjaran. Kehangatan keluarga sedikit terasa berbeda karena kakak mereka masing-masing sedang menempuh studi S2 di luar negeri, satu di University of Birmingham, Inggris, dan yang lainnya di Saga University, Jepang.

“Meskipun jauh, kami selalu menjaga komunikasi dan berbagi kebahagiaan bulan suci ini melalui panggilan video,” ucapnya.

Dari sisi pekerjaan, jam kerja telah disesuaikan sesuai keputusan gubernur selama Ramadhan, namun baginya, tanggung jawab justru terasa semakin caption

“Saya harus tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrim yang sering terjadi, menangani masalah banjir yang mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan terlibat dalam merancang operasi modifikasi cuaca serta memantau kesiapan petugas penanggulangan bencana di berbagai wilayah, ” ungkapnya.

Tak hanya fokus pada pekerjaan dan ibadah pribadi, ia juga mengelola yayasan yang bernama Yayasan Isnawa Adji Peduli (ISJILI), yang berdiri sejak tiga tahun lalu di kawasan Tapos, Bogor. Yayasan ini bertujuan mendidik anak yatim untuk menjadi hafiz Al-Qur’an; saat ini terdapat 28 anak yang tinggal di asrama secara gratis dan mendapatkan pendidikan tahfidz secara intensif.

Selain di Bogor, yayasan juga memiliki lokasi di Cilacap dengan jumlah anak peserta sebanyak 40 orang, semuanya mendapatkan perhatian dan bimbingan yang maksimal agar dapat meraih masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *