Satusuaraexpress.co | Bogor — Suasana penuh semangat dan harapan menyelimuti lingkungan pendidikan di seluruh Kota Bogor. Ratusan sekolah dari jenjang dasar hingga menengah serentak menjadi lokasi pelaksanaan Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah, sebuah program dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam upaya nyata meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan promotif dan preventif di bidang kesehatan.
Kegiatan yang berpusat di MAN 1 Kota Bogor ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, yang hadir di tengah antusiasme para siswa, guru, tenaga kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan.
Dalam sambutannya, Denny menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama pemerintah, sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, serta penguatan peran pemuda dan perempuan.
“Semangat tersebut sejalan dengan visi Bogor Beres, Bogor Maju untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, sejahtera, serta Kota Bogor yang lancar,” ujar Denny, Jumat (28/8/2026).
Baca juga : Optimalisasi Sektor Pertanahan, Pemkot Bogor Gandeng Kantah dan KPK Gali Potensi Pendapatan Daerah
Kesehatan digambarkan sebagai fondasi utama dalam membangun generasi berkualitas. Melalui Aksi Bergizi, para peserta didik diajak membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini: dimulai dengan senam bersama yang menyatukan langkah dan semangat, dilanjutkan dengan sarapan bergizi seimbang, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri, serta penyampaian edukasi kesehatan yang mudah dipahami dan diaplikasikan sehari-hari.
“Pemerintah Kota Bogor telah menjalankan program pemberian Tablet Tambah Darah bagi remaja putri usia 12 sampai 18 tahun di jenjang SMP dan SMA atau sederajat. Setiap remaja putri dianjurkan mengonsumsi satu tablet per minggu untuk mencegah anemia,” jelas Denny.
Program Cek Kesehatan Gratis Sekolah pun menjadi pilar penting dalam mendeteksi dini kondisi kesehatan peserta didik. Setiap siswa dari kelas 1 hingga kelas 12 berkesempatan memeriksakan dirinya secara menyeluruh, mulai dari pengukuran berat badan dan tinggi badan, tekanan darah, pemeriksaan kesehatan mata, telinga, gigi, kadar gula darah, kadar hemoglobin, hingga tingkat kebugaran jasmani. Semua pemeriksaan dilakukan secara cuma-cuma dan tercatat dengan rapi untuk menjadi dasar intervensi selanjutnya.
“Melalui deteksi dini, gangguan kesehatan dapat segera diatasi, sehingga tidak menghambat tumbuh kembang dan prestasi belajar anak-anak. Dengan menerapkan pola hidup sehat, aktif bergerak, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin memeriksakan kesehatan, serta disiplin minum Tablet Tambah Darah bagi remaja putri, kita mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang sehat, cerdas, produktif, dan berkualitas,” tegas Denny.
Baca juga : Wakil Wali Kota Bogor Berbagi Ilmu Pemerintahan kepada Siswa Sekolah Bogor Raya
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, Erna Nuraena, memaparkan skala besar program ini. Cek Kesehatan Gratis Sekolah menyasar 701 sekolah/madrasah di seluruh Kota Bogor, terdiri dari 351 SD/MI, 175 SMP/MTs, dan 175 SMA/SMK/MA dengan total sasaran mencapai 227.045 siswa, mulai dari kelas 1 hingga kelas 12.
“Realisasi Cek Kesehatan Gratis tahun 2025 mencapai 115.543 anak atau 61,42 persen. Sementara berdasarkan pembaruan capaian hingga 14 Agustus 2026, sebanyak 65.706 siswa atau 28,9 persen dari total sasaran telah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan,” ungkap Erna.
Hasil pemeriksaan tahun sebelumnya menjadi cermin sekaligus peringatan akan pentingnya program ini. Berikut temuan-temuan yang perlu mendapat perhatian bersama seperti Masalah karies gigi: 48,79 persen, Hipertensi dan pra-hipertensi: 24,22 persen, Anemia: 16,87 persen, Gangguan gula darah: 10,08 persen, Gizi lebih dan obesitas: 8,24 persen serta Gizi kurang/buruk: 8,21 persen.
Belum lagi persoalan kurangnya aktivitas fisik yang mencapai 70,65 persen dan tingkat kebugaran rendah sebesar 71,4 persen. Masalah penglihatan, pendengaran, paparan asap rokok pasif, hingga indikasi gangguan kesehatan jiwa juga ikut teridentifikasi.
Baca juga : Pembangunan Akses Jalan Kantor Pemerintahan Terpadu Kota Bogor Resmi Dimulai
“Temuan dari Cek Kesehatan Gratis menjadi dasar dalam menentukan intervensi kesehatan di sekolah. Salah satunya melalui Aksi Bergizi yang berfokus pada pencegahan anemia, peningkatan aktivitas fisik, dan pembiasaan sarapan dengan gizi seimbang,” jelas Erna.
Keberhasilan kegiatan ini tak lepas dari dukungan lintas sektor yang bergerak bersinergi yakni Bagian Kesra Setda Kota Bogor, Dinas Pendidikan, KCD Wilayah II Jawa Barat, Kantor Kementerian Agama, Bunda Peduli Stunting, camat, lurah, hingga Tim Pembina UKS/M. Semua elemen menyatu untuk memastikan setiap anak mendapat perhatian kesehatan yang layak.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, guru, orang tua, peserta didik, dan mitra strategis seperti PT Radio Elshinta, Pemerintah Kota Bogor berharap program Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan. Langkah kecil namun bermakna ini diharapkan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan kondusif, tempat di mana setiap anak tumbuh kuat, cerdas, dan siap membawa Kota Bogor menuju masa depan yang lebih cerah.













