Satusuaraexpress.co | Sulawesi Tenggara — Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono hadir langsung berdiri berdampingan bersama para nelayan, pemuda pesisir, hingga para pelajar setempat, untuk bersama-sama melaksanakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, di kawasan pesisir Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.
Bertemakan “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, suasana upacara berlangsung begitu khidmat. Di momen pengingat kemerdekaan yang penuh makna itu, kebersamaan terasa semakin erat ketika seluruh peserta turut memanjatkan doa secara khusus bagi saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur yang baru saja dilanda gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada 15 Agustus silam, harapan tulus agar mereka senantiasa diberi ketabahan dan segera pulih dari musibah yang menimpa.
Di hadapan para nelayan yang hadir dengan pakaian sederhana namun rapi, Menteri Trenggono menyampaikan renungan yang menyentuh hati. “Sudah 81 tahun kita merdeka. Namun jujur saja, masih ada sebagian dari kita, para nelayan sekalian, yang belum sepenuhnya menikmati buah kemerdekaan dan hasil pembangunan yang layak diterima. Inilah yang menjadi tugas dan pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan bersama,” ujarnya, Selasa (18/8/2026).
Peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, lanjut Menteri, tak bisa berdiri sendiri. Langkah itu harus berjalan beriringan dengan penguatan sektor kelautan dan perikanan, bukan sekadar sebagai sumber gizi dan protein bagi bangsa, melainkan sebagai tulang punggung penghidupan jutaan keluarga di tepian laut. Sebagai perwujudan nyata arah kebijakan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan kini memfokuskan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, menghadirkan satu per satu fasilitas penunjang yang selama ini dirasakan nelayan belum memadai.

“Jika petani memerlukan irigasi agar tanaman tumbuh subur dan hasil panen melimpah, maka nelayan memerlukan dermaga yang layak, tempat pendaratan ikan yang baik, fasilitas rantai dingin, gudang pendingin, pabrik es, serta sarana produksi lainnya. Tanpa itu, ikan yang didapatkan sulit terjual dengan harga pantas dan mutu terjamin,” jelas Menteri Trenggono.
Kehadiran fasilitas terpadu semacam itulah yang kini mulai menampakkan hasil. Di KNMP Sorue Jaya saja, tercatat sebanyak delapan ton ikan tangkapan nelayan telah dikirim menuju luar daerah. Lebih membanggakan lagi, mutu ikan-ikan tersebut telah memenuhi standar kualitas ekspor, sebuah capaian yang membuktikan bahwa ketika infrastruktur, penanganan hasil tangkapan, dan akses pasar dipadukan secara terencana, nilai tambah yang diterima nelayan pun ikut meningkat pesat. Padahal diketahui, sekitar 90 persen warga Desa Sorue Jaya menggantungkan hidupnya dari hasil laut.
“Harapan kami sederhana, agar kampung-kampung nelayan seperti ini tumbuh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang baru. Supaya kemajuan benar-benar terasa di sini, membawa perubahan nyata bagi kehidupan seluruh masyarakat pesisir,” tegas Menteri Trenggono.
Baca juga : Kementerian KKP Resmikan Ocean Institute of Indonesia, Perkuat Pendidikan Vokasi dan SDM Kelautan Nasional
Pembangunan KNMP terus digencarkan secara nasional. Sepanjang tahun 2025 lalu, sebanyak 100 KNMP telah berdiri melayani masyarakat. Tahun 2026 ini, pembangunan kembali diperluas hingga mencakup 1.269 kampung nelayan baru. Target besarnya tertulis jelas: pada akhir tahun 2029, sebanyak 5.000 KNMP diharapkan tersebar merata di seluruh penjuru Indonesia.
Enam pilar prioritas KKP, meliputi budidaya ikan berbasis desa, revitalisasi kawasan Pantura Jawa, pembangunan sentra udang terpadu, modernisasi kapal perikanan, pengembangan industri garam nasional, hingga program KNMP itu sendiri, berjalan beriringan menuju cita-cita kemandirian dan kesejahteraan masyarakat laut.
Perayaan hari kemerdekaan di Sorue Jaya pun tak lepas dari rangkaian kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Sebanyak 4.000 paket berisi produk olahan ikan dan sembako diserahkan kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Soropia. Puluhan anak sekolah pun tersenyum bahagia menerima bingkisan perlengkapan sekolah, disambut tawa riang mereka yang tampak bersemangat.
Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, turut dilakukan penanaman 17 batang pohon pule, sejalan dengan semangat kemerdekaan yang melestarikan kekayaan alam demi masa depan. Tak kalah meriah, bazar produk kelautan buatan warga dibuka untuk dinikmati, diiringi tarian dan persembahan seni khas daerah yang dibawakan pelajar dan anak-anak nelayan, memadukan sukacita kemerdekaan dengan kebanggaan akan budaya setempat.













