Satusuaraexpress.co | Bogor — Suasana hangat dan penuh sukacita menyelimuti halaman dan lorong-lorong Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin lalu. Pagar tinggi yang selama ini menjadi batas megah antara warga dan kediaman bersejarah itu pun seakan runtuh sejenak. Sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, istana yang menyimpan begitu banyak kenangan sejarah ini terbuka lebar, menyambut ribuan warga Kota Bogor dalam kegiatan jamuan rakyat.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, hadir di tengah kerumunan warga dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya. Baginya, momentum ini bukan sekadar perayaan biasa, melainkan jembatan yang mempererat ikatan antara pemerintah dan rakyat.
“Mudah-mudahan ini menjadi sebuah tradisi di mana antara masyarakat dan pemerintah itu tidak ada jarak, sehingga masyarakat bukan hanya melihat dari sisi luar pagar saja, tapi bisa melihat langsung sebuah aset yang dimiliki bangsa kita yang sangat indah berada di tengah Kota Bogor,” ujar Dedie, Selasa (18/8/2026).
Warga yang beruntung dapat hadir dalam jamuan rakyat ini bukan berasal dari kalangan berkemampuan, melainkan perwakilan masyarakat prasejahtera atau kelompok desil satu yang berasal dari seluruh 68 kelurahan di Kota Bogor. Mereka tampak berjalan beriringan, sesekali menatap kagum ke arah bangunan bersejarah yang selama ini hanya mereka lihat dari pinggir jalan. Pemerintah kelurahan setempat telah memfasilitasi perjalanan dan akomodasi mereka, sehingga semua dapat tiba dengan selamat di halaman istana.
Jamuan rakyat terselenggara berkat kerja sama yang erat antara Istana Kepresidenan Bogor dengan Pemerintah Kota Bogor serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat. Dedie pun tak lupa menyampaikan rasa syukur mendalam atas terselenggaranya acara penuh makna ini.
“Bogor merasa sangat bersyukur atas jamuan rakyat dari Presiden Prabowo Subianto, sehingga Kepala Istana Kepresidenan Bogor bekerja sama dengan Pemkot Bogor dan Forkopimda mengundang perwakilan dari 68 kelurahan di Kota Bogor untuk ikut dalam jamuan rakyat,” ungkapnya.
Sebelum hidangan disajikan, suasana berubah khidmat saat pukul 10.00 WIB tiba. Dedie bersama Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, para pejabat Forkopimda, dan ribuan warga berdiri berdampingan tanpa sekat pembatas.
Bersama-sama mereka mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI serta pengibaran bendera Merah Putih secara langsung melalui siaran dari Istana Merdeka, Jakarta, yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto. Tak ada perbedaan barisan antara pejabat dan warga; semuanya berdiri setinggi derajat sebagai anak bangsa yang merayakan kemerdekaan.
Baca juga : Pembangunan Akses Jalan Kantor Pemerintahan Terpadu Kota Bogor Resmi Dimulai
Setelah upacara usai, suasana kembali lembut dengan lantunan doa bersama yang dipimpin Habib Hasan. Doa tak hanya dipanjatkan untuk kemerdekaan dan kemajuan bangsa, namun secara khusus untuk saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur yang baru saja terdampak gempa bumi. Harapan dan simpati pun mengalir dari hati warga Bogor kepada para korban dan yang sedang berduka.
Tiba saatnya jamuan rakyat dimulai. Halaman istana pun berubah menjadi tempat penuh warna dan kegembiraan. Aroma hidangan khas nusantara tercium harum berbaur dengan tawa riang warga. Tak hanya menikmati kuliner, warga pun disuguhi berbagai perlombaan dan pertunjukan hiburan yang memeriahkan suasana.
Anak-anak tampak berlari riang di area permainan yang telah disiapkan, seakan tak percaya kini mereka dapat bermain di lingkungan yang penuh nilai sejarah ini. Sementara warga dewasa, berjalan santai menikmati sejuknya udara dan keindahan taman serta bangunan istana yang menawan hati.
Menjelang berakhirnya acara, Dedie A. Rachim bersama Jenal Mutaqin dan jajaran pejabat lainnya berdiri di hadapan warga untuk menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto. Terima kasih tulus pun terucap dari lisan ribuan warga yang hadir. “Dari Istana Bogor kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,” kata Dedie.
Sebagai kenang-kenangan, setiap warga pun pulang membawa bingkisan dari jamuan rakyat tersebut. Dengan langkah ringan dan hati penuh bahagia, mereka meninggalkan halaman istana, membawa pulang bukan sekadar bingkisan dan suguhan lezat, melainkan juga pengalaman berharga: bahwa istana yang megah itu adalah milik rakyatnya sendiri.













