Satusuaraexpress.co | Bogor — Suasana haru sekaligus cemas masih menyelimuti sepanjang aliran Sungai Cisadane, tepatnya di kawasan Kelurahan Cipaku, Bogor Selatan. Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, turun langsung ke lokasi, menyusul jatuhnya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bogor ke dalam aliran sungai tersebut. Hingga memasuki jam ke-30 pencarian, jejak korban belum juga terungkap.
Diduga korban bernama Bayu Zulkarnaen (36), seorang pustakawan PPPK di lingkungan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor, dilaporkan hilang di sekitar Jembatan Cisadane pada Kamis (13/8/2026) malam. Motor miliknya tergeletak sendirian di ujung jembatan, menyisakan tanda tanya besar bagi siapa saja yang menemukannya pertama kali.
Berdiri di tepian sungai yang arusnya terlihat cukup deras, Jenal Mutaqin tampak memantau langsung pergerakan tim pencari yang terus bergerak menyisir permukaan air.
“Basarnas, BPBD, dan tim SAR gabungan dengan total personel 70 orang sampai detik ini belum ditemukan. Sambil kita cari dan gali beberapa informasi tambahan dari masyarakat, dari saksi yang pertama kali melihat motor tergeletak di ujung jembatan,” ujar Jenal, Minggu (16/8/2026).
Untuk memperbesar peluang menemukan jejak Bayu, jumlah personel pencari pun ditambah. Langkah ini diambil agar penelusuran dapat berjalan lebih cepat dan menjangkau wilayah yang lebih luas.
Tak hanya berfokus pada upaya fisik di sungai, Jenal juga mendatangi kediaman keluarga Bayu untuk menyampaikan rasa prihatin sekaligus memberikan kekuatan. Di sana, ia berjumpa dengan istri dan anak-anak yang masih tampak terguncang mendalam atas peristiwa yang menimpa kepala keluarga mereka.
“Saya sambil menyambangi keluarga, memberikan semangat dan menyampaikan rasa prihatin. Kita belum tahu kondisi hari ini yang bersangkutan, sehingga kami butuh informasi tambahan,” tuturnya.
Jika hingga batas waktu yang ditetapkan belum juga ditemukan, maka kemungkinan besar keluarga akan melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian sebagai laporan orang hilang. Meski begitu, upaya pencarian tetap berjalan sesuai prosedur dan terus dikoordinasikan dengan pihak berwenang.
Baca juga : Pasar Merdeka Kota Bogor: Menuju Pasar Bersih Modern, Siap Beroperasi Awal September
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menjelaskan bahwa operasi pencarian pada hari Jumat tersebut dihentikan sementara pukul 17.30 WIB dan direncanakan dilanjutkan kembali pada Sabtu paginya. Berbagai metode telah diterapkan tim gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, Damkar, dan BPBD demi menemukan jejak yang dicari.
“Beragam metode kita lakukan, mulai dari penyelaman secara bergantian untuk menyisir lokasi-lokasi yang diduga cukup dalam dan memiliki sedongan atau celukan,” terang Dimas.
Tak hanya itu, teknik penyisiran juga menggunakan perahu karet dengan metode blender untuk mengurai tumpukan di dasar sungai, serta menyisir permukaan air hingga jangkauan 300 hingga 400 meter dari titik kejadian. Namun, tumpukan sampah yang menumpuk di dasar sungai menjadi salah satu hambatan yang menyulitkan proses tersebut.
Sesuai Standar Operasional Prosedur, seluruh rangkaian pencarian ini ditargetkan berlangsung selama tiga hingga empat hari ke depan. Doa pun turut mengalir dari banyak pihak, semoga kabar terbaik segera menyusul dan Bayu dapat segera ditemukan.













