Satusuaraexpress.co | Jakarta — Sebuah kebenaran mengerikan perlahan terungkap dari balik dinding Sekolah Islam Harapan Ibu di Jakarta Selatan. Tempat yang setiap hari riuh tawa anak-anak dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA itu ternyata menyimpan rahasia kelam yang tersembunyi selama bertahun-tahun. Di ruangan yang seharusnya menjadi sarana kegiatan belajar-mengajar, tersembunyi ratusan senjata, amunisi, barang-barang terlarang, hingga dugaan sarana pembuatan senjata api, sebuah ancaman nyata yang menggetarkan keamanan publik.
Hermawanto, kuasa hukum yayasan pengelola sekolah tersebut dari Kantor Hukum Maqdir Ismail & Partners, menyampaikan keterangan persnya dengan nada penuh keprihatinan. Demi menjaga nama baik siswa dan dunia pendidikan, nama sekolah sengaja tidak disebutkan. Yang jelas, lembaga itu menaungi pendidikan anak-anak sejak usia dini hingga masa remaja.
Semuanya bermula dari langkah pengurus yayasan baru pada 18 April 2026, yang memberhentikan Ketua Yayasan berinisial IWD. Alasan pemecatan bukan hal sepele: ditemukan indikasi kuat penyalahgunaan keuangan yayasan. Dana yang seharusnya untuk pendidikan diduga dialihkan guna membeli sebidang tanah atas nama istri beliau sendiri. Istrinya, yang juga menjabat sebagai anggota pembina, turut dinonaktifkan.
Namun setelah diberhentikan, IWD tidak mengembalikan seluruh kunci ruangan. Ruang kerja, ruang penyimpanan, hingga satu ruangan yang menyerupai bunker tetap tertutup rapat, aksesnya hanya dipegang oleh beliau dan orang-orang kepercayaannya saja.
Baca juga : Polisi Ringkus Spesialis Curanmor Bersenjata Api yang Beraksi Puluhan Kali
Baru pada rentang 10–11 Juli 2026, pihak yayasan meminta pendampingan kepolisian untuk membuka paksa pintu-pintu tersebut, berniat memanfaatkannya bagi kebutuhan sekolah. Saat pintu terbuka lebar, semua yang hadir terpaku, tak kuasa menyembunyikan rasa terkejut sekaligus ngeri.
Ratusan Senjata Tersembunyi di Balik Dinding Sekolah
Di ruangan itu terhampar temuan yang luar biasa banyak yakni 995 pucuk senjata genggam, ditambah satu senjata laras panjang jenis shotgun kaliber 12/70, lengkap dengan amunisi dan beragam aksesoris senjata. Sebagian besar berupa senapan angin berlaras polos yang, jika dimodifikasi, dapat berubah menjadi senjata mematikan. Namun kengerian belum berakhir.
Saat kembali membuka ruangan lain dengan pendampingan polisi pada malam berikutnya, temuan justru semakin mengerikan: laras senjata tajam kaliber 5,56 mm, senjata genggam kaliber 40 dan 9 mm, magasin senjata jenis Glock maupun Walther, bagian senjata jenis M4 lengkap dengan magasinnya, serta mesin pembuat peluru yang peredarannya sangat dilarang hukum. Belum lagi ditemukan barang-barang yang sama sekali tak pantas berada di lingkungan sekolah: narkoba jenis sabu dan ganja, serta sekitar 25 keping kaset CD porno.
Untung, Staf Ahli Ketua Pembina yang turun langsung memimpin pembongkaran, menyampaikan dengan nada berat: “Di sekolah yang kita hormati, tempat anak-anak belajar, ada orang diam-diam membuat senjata di dalamnya. Bahkan dibangun bunker dengan pintu belakang khusus untuk memasukkan dan mengeluarkan barang berbahaya tanpa diketahui orang lain,” ujarnya.
Baca juga : Komplotan Curanmor Lintas Wilayah Dibekuk, Bawa Dua Senjata Api Rakitan
Pemeriksaan lebih lanjut menambah kekhawatiran. Beberapa laras senjata ternyata memiliki alur di bagian dalam, ciri khas senjata api asli, bukan sekadar senapan angin atau senapan udara biasa.

Satu Ruangan Bunker Masih Menyimpan Misteri
Seluruh barang bukti telah diserahkan kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan, sebagian dititipkan di Gudang Senjata Negara (Wasendak) Polda Metro Jaya. Pihak yayasan meminta dilakukan pemeriksaan forensik menyeluruh guna mengidentifikasi jenis, asal-usul, serta siapa pemilik sebenarnya dari senjata-senjata tersebut.
Namun kekhawatiran belum usai. Masih ada satu ruangan berbentuk menyerupai bunker yang tetap terkunci rapat hingga hari ini. Pihak yayasan tak berani membukanya sendiri.
“Kami khawatir di dalamnya masih tersimpan barang berbahaya lain,” ujar Hermawanto.
Kepolisian diminta segera turun tangan membukanya dan mengungkap isi di balik pintu terakhir itu.
Baca juga : Komplotan Pencuri Sepeda Motor Bersenjata Api Gentayangan di Jakarta Barat
Sosok yang Berkuasa 15 Tahun dan Bawahannya yang Menghilang
Selama 15 tahun menjabat sebagai ketua yayasan, IWD adalah satu-satunya orang yang memegang kendali penuh atas ruangan-ruangan tersebut. Tak ada guru maupun karyawan yang berani masuk tanpa izin. Selama bertahun-tahun para staf merasa tertekan: gaji tak pernah naik, siapa yang tak sejalan langsung diberi peringatan keras.
Begitu beliau dipecat, orang-orang yang menjadi bawahannya di ruangan-rahasia itu ikut keluar tanpa pemberitahuan. Hingga kini keberadaan mereka tidak diketahui. Dugaan mengarah sangat kuat kepada IWD, namun siapa sebenarnya pemilik senjata, siapa yang merakit dan membuatnya, serta untuk apa semuanya disembunyikan di tengah lingkungan anak sekolah, semua masih terbungkus misteri, menjadi ranah penyelidikan kepolisian.
Pada hari ini, pihak yayasan resmi melaporkan temuan terbaru berupa narkoba, CD porno, serta mesin pembuat peluru ke Polres Metro Jakarta Selatan. Sementara perkara pemecatan dan dugaan korupsi keuangan yayasan sedang berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Bahaya yang Mengintai Tepat di Samping Ruang Kelas
“Penyimpanan senjata di lingkungan sekolah itu jelas melanggar hukum. Sangat berbahaya. Bisa disalahgunakan, bisa meledak sewaktu-waktu, bisa jatuh ke tangan siswa,” tegas Hermawanto dengan nada yang tak menyembunyikan kegelisahan.
Baca juga : Subdit Resmob Polda Metro Jaya Bongkar Gudang Perakitan Senjata Api Ilegal di Sumedang
Pihak yayasan memohon agar kepolisian menangani perkara ini secara serius, transparan, dan profesional. Bukan sekadar karena ratusan senjata itu bisa membahayakan siapa saja yang tak sengaja menemukannya, melainkan karena semuanya tersimpan di tempat yang seharusnya menjadi rumah kedua bagi anak-anak, tempat paling aman untuk tumbuh, belajar, dan bermain.
“Sekolah adalah tempat di mana anak-anak seharusnya merasa terlindungi. Kalau di balik dindingnya tersembunyi senjata mematikan, bahan peledak, narkoba, dan bunker rahasia, siapa lagi yang bisa kita percaya untuk menjaga mereka?,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pengumuman penangkapan dari pihak kepolisian. Penyelidikan terus berjalan, dan pintu bunker terakhir itu masih tertutup rapat, menyimpan kemungkinan temuan lain yang belum terungkap.













