Satusuaraexpress.co | Bogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meninjau langsung rencana pelebaran akses jalan di ujung Jalan Cipinang Gading yang berbatasan dengan Jalan Alternatif Bogor Nirwana Residence (BNR). Kegiatan ini menjadi langkah nyata Pemkot Bogor mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di jalur tersebut, pasca penutupan Jalan Saleh Danasasmita akibat peristiwa longsor.
Pelebaran jalan yang terletak persis di depan TK Madania ini dapat terlaksana berkat kebaikan hati keluarga pemilik lahan yang secara sukarela menghibahkan sebagian tanahnya selebar 2,5 meter untuk kepentingan umum. Selama ini, jalur penghubung Pamoyanan–Cipinang Gading–BNR mengalami penyempitan yang memicu titik rawan macet, lantaran kendaraan terpaksa harus bergantian saat melintas.
“Hal ini menjawab kebutuhan masyarakat yang aksesnya sempat terhambat seiring berjalannya proses pembangunan trase baru Batutulis. Melalui pelebaran jalur alternatif ini, mobilitas warga akan semakin diperlancar,” ujar Dedie, Kamis (30/7/2026).
Ia menambahkan, penanganan yang akan dilakukan meliputi penguatan struktur pondasi hingga pembangunan badan jalan yang kokoh. Pihaknya pun berharap warga pemilik lahan di sekitar lokasi lainnya dapat menyusul kebaikan hati pemilik tanah sebelumnya, dengan menyisakan sekitar satu hingga dua meter lahannya untuk pelebaran jalan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara menyeluruh.
Baca juga : Tiru Pengelolaan Parkir Bandung, Pemkot Bogor Ingin Tingkatkan Pendapatan dan Layanan
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih menjelaskan tahapan pekerjaan yang akan segera dimulai. Setelah lahan siap digunakan, tembok pembatas yang berdiri di atas area hibah akan dibongkar terlebih dahulu. Selanjutnya dilakukan penanganan teknis mulai dari pembuatan pondasi yang sesuai standar hingga penyesuaian ketinggian permukaan jalan agar rata dan aman dilalui.
“Nantinya akses ini akan mampu dilewati dua jalur kendaraan secara beriringan, sehingga tidak perlu lagi bergantian. Memang masih tersisa beberapa bidang tanah yang perlu penyesuaian, namun secara bertahap jalur ini akan menjadi lebih luas dan nyaman untuk digunakan secara permanen,” ungkap Juniarti.
Pelebaran jalan ini diharapkan menjadi solusi jangka pendek sekaligus menunjang fungsi jalur alternatif selama proses pembangunan trase baru Batutulis belum rampung, sehingga aktivitas pergerakan warga di wilayah Bogor Selatan dapat berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti.













