Peresmian Ribuan Koperasi Desa Merah Putih: Langkah Nyata Pemerintah Perkuat Ekonomi Masyarakat

IMG 20260516 124232 scaled
Panglima Kodam Jaya/Jayakarta, Letjen TNI Deddy Suryadi, bersama Kapolda Metro Jaya, Komjen Asep Edi Suheri menghadiri kegiatan peresmian KDMP di Jakarta Barat.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Langkah besar dalam memperkuat ekonomi akar rumput kembali diwujudkan pemerintah. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan sebanyak 1.061 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dalam sebuah acara yang berlangsung di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026).

Peresmian ini menjadi tonggak penting bagi pemerataan kesejahteraan, di mana koperasi-koperasi tersebut tersebar di berbagai wilayah tanah air, termasuk satu unit yang berdiri kokoh di Jalan Menara, Kelurahan Meruya, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Momen bersejarah ini disaksikan langsung melalui sambungan video konferensi oleh Panglima Kodam Jaya/Jayakarta, Letjen TNI Deddy Suryadi, yang didampingi oleh Kapolda Metro Jaya, Komjen Asep Edi Suheri.

Dalam keterangannya usai mengikuti kegiatan tersebut, Letjen Deddy Suryadi menyampaikan bahwa keberhasilan peresmian 1.061 koperasi ini menandai kesiapan unit-unit tersebut untuk mulai beroperasi melayani masyarakat.

Baca juga Kopdes Merah Putih: Menakar Kedalaman Desain Kolaboratif Menuju Hakikat Kedaulatan Ekonomi Desa

Khusus untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, tercatat ada 63 koperasi yang masuk dalam daftar pengembangan, dan di antaranya sebanyak 39 unit telah rampung pembangunan dan persiapannya hingga 100 persen.

IMG 20260516 094945 scaled

“Yang disampaikan Bapak Presiden tadi, ada 1.061 koperasi yang siap operasional. Nah di sini, di wilayah Jakarta dan sekitarnya ada 63 koperasi dan 39 yang sudah selesai 100%. Mudah-mudahan nanti setelah peresmian kita bisa langsung operasional,” ungkap Letjen Deddy.

Dalam penjelasannya, ia juga menyoroti fokus utama pengembangan tahap awal ini. Wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah mendapatkan perhatian lebih khusus dalam tahap peresmian kali ini, sementara wilayah-wilayah lainnya bergerak dengan pola beriringan mulai menjalankan fungsi pelayanan sambil menyelesaikan berbagai kelengkapan, mulai dari perangkat pendukung hingga tata kelola organisasi.

“Langkah ini disusun menuju target ambisius yang ditetapkan pemerintah: keberadaan lebih dari 25.000 koperasi serupa yang berfungsi aktif di seluruh Indonesia pada bulan Agustus mendatang, angka yang bahkan dinilai masih bisa bertambah seiring tingginya antusiasme masyarakat, ” tuturnya.

Baca jugaPembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahap I Hampir Rampung

Terkait pola pendampingan, pengawasan, dan kolaborasi yang akan dibangun ke depannya, Letjen Deddy menegaskan bahwa pengelolaan dan pengoperasionalan koperasi ini akan berjalan di bawah koordinasi Kementerian Pertanian dan Pangan (Agrinas) melalui kerja sama yang erat dengan gerakan koperasi nasional.

Peran pihak terkait, termasuk unsur keamanan dan pertahanan, akan berfokus pada fungsi pengawasan guna menjamin keberlanjutan, kejujuran, dan kelancaran seluruh aktivitas koperasi.

“Harapannya, jaringan koperasi ini dapat berjalan sebagai tulang punggung ekonomi desa dan kelurahan yang sehat, mandiri, dan membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia, ” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *