Kementerian P2MI Perkuat Kurikulum Pembekalan CPMI dengan Wawasan Kebangsaan

IMG 20260506 WA0002 scaled
Kementerian P2MI Perkuat Kurikulum Pembekalan CPMI dengan Wawasan Kebangsaan.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Di tengah dinamika dunia yang kian berubah dan tantangan global yang semakin kompleks, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mengambil langkah strategis dan penting untuk memperkuat kualitas serta perlindungan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Langkah nyata ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI yang berlangsung di Jakarta Pusat, Selasa 5 Mei 2026. Di hadapan jajaran pimpinan tinggi kedua lembaga, Menteri P2MI Mukhtarudin dan Gubernur Lemhannas RI TB. Ace Hasan Syadzily menandatangani dokumen kerja sama ini, disaksikan oleh Wamen P2MI Christina Aryani, Sekjen KP2MI Komjen Pol Dwiyono, serta Wagub Lemhannas Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma.

Kerja sama ini bukan sekadar kesepakatan administratif belaka, melainkan langkah mendasar untuk membangun ketahanan ideologi dan mental bagi para pekerja yang akan berangkat ke luar negeri. Menurut Menteri Mukhtarudin, keterampilan teknis saja tidak cukup bagi CPMI.

“Mereka juga harus dibekali rasa cinta tanah air yang kokoh, agar di mana pun berada, mereka tetap memegang teguh jati diri bangsa, ” kata Mukhtarudin.

Identitas Nasional Sebagai Alat Diplomasi

Dalam penjelasannya, Menteri Mukhtarudin menyebutkan konsep diplomasi lembut atau Soft Diplomacy sebagai salah satu tujuan utama dari penguatan wawasan kebangsaan ini. Ketika Indonesia mengirimkan pekerja yang memiliki pemahaman mendalam tentang identitas dan nilai-nilai bangsa, secara tidak langsung negara sedang menunjukkan citra positif kepada dunia. Pekerja migran yang disiplin, berintegritas, dan berpegang pada prinsip Pancasila akan menjadi cerminan kualitas bangsa Indonesia.

Baca jugaMenteri Mukhtarudin Perkuat Pelindungan Pekerja Migran di Bali: Fokus Penempatan Terampil ke Bulgaria

“Kita ingin Pekerja Migran kita menjadi duta bangsa yang sesungguhnya. Saat mereka berada di luar negeri, mereka membawa bendera Merah Putih di dadanya. Wawasan kebangsaan inilah yang akan menjadi perisai agar mereka tidak mudah terpapar paham-paham radikal atau pengaruh asing yang merugikan,” ujar Menteri Mukhtarudin dengan tegas.

Wawasan Kebangsaan Lindungi Pekerja Migran

Pentingnya pembekalan ini dinilai sangat mendesak, mengingat masa kerja para pekerja migran biasanya berlangsung cukup lama, antara dua hingga tiga tahun atau bahkan lebih. Selama masa itu, mereka hidup dan bekerja di lingkungan yang berbeda budaya, sistem nilai, maupun ideologi. Tanpa dasar pemahaman kebangsaan yang kuat, risiko tergerusnya rasa cinta tanah air atau terpengaruh oleh pemikiran yang bertentangan dengan nilai luhur bangsa sangatlah besar.

“Mereka bekerja di luar negeri dua sampai tiga tahun, bahkan lebih. Setiap hari mereka bertemu dengan pemahaman dan nilai-nilai baru di sana. Ideologi macam-macam ada di sana. Jadi, sangat perlu penguatan Wawasan Kebangsaan dan cinta tanah air bagi Calon Pekerja Migran kita sebelum ke luar negeri,” tegas Menteri Mukhtarudin.

IMG 20260506 WA0003 scaled

Melalui kerja sama dengan Lemhannas, Kementerian P2MI berupaya menanamkan penyaring mental yang kuat di dalam diri setiap pekerja. Wawasan kebangsaan diharapkan menjadi jangkar yang menjaga mereka tetap setia pada identitas bangsa meski berada di tengah arus globalisasi. Strategi ini dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penanaman pemahaman dasar tentang ketahanan nasional hingga pembentukan karakter yang bangga menjadi warga negara Indonesia.

Baca jugaKP2MI Hentikan Sementara Kegiatan Empat P3MI Akibat Pelanggaran Perlindungan Pekerja Migran

“Penguatan mentalitas menjadi prioritas guna membangun rasa bangga sebagai warga negara Indonesia, sehingga setiap pekerja Migran mampu menjaga martabat bangsa dan menjadi duta negara di mata masyarakat internasional,” tambahnya.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah juga menyiapkan materi pendukung dalam bentuk digital yang dapat diakses kapan saja oleh pekerja migran selama berada di luar negeri. Materi ini berfungsi sebagai pengingat agar semangat kebangsaan tetap menyala di hati mereka meski jauh dari tanah kelahiran. Semua upaya ini menegaskan visi kementerian: melahirkan pekerja migran yang tidak hanya ahli secara profesional, tetapi juga memiliki integritas kebangsaan yang tak tergoyahkan.

Integrasi dalam Orientasi Pra-Pemberangkatan

Mengingat waktu pelatihan orientasi yang terbatas, hanya berkisar antara satu hingga lima hari, materi wawasan kebangsaan dari Lemhannas akan dikemas secara ringkas namun mendalam. Materi ini akan disajikan dalam bentuk buku saku maupun konten digital, sehingga mudah dipahami dan diingat oleh para peserta. Melalui cara ini, setiap calon pekerja dapat membawa bekal nilai yang kuat sebelum melangkah ke negara penempatan.

“Para Pekerja Migran kita dapat memiliki pegangan nilai yang kuat. Ini adalah bagian dari upaya kita menyiapkan tenaga kerja yang terampil sekaligus berkarakter,” tandas Menteri Mukhtarudin.

Baca jugaIngatkan Etos Kerja di Korea, Menteri Mukhtarudin: Jaga Nama Baik Bangsa dan Jauhi Judi Online

Menjawab Tantangan Geopolitik Global

Di sisi lain, Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, memandang kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam menjawab perubahan peta politik dunia yang kian kompleks. Menurutnya, dunia saat ini sedang bergeser dari satu kekuatan utama menuju tatanan yang lebih beragam, di mana kepentingan nasional setiap negara menjadi prioritas utama. Berbagai konflik dan ketegangan internasional yang terjadi saat ini pun memiliki dampak langsung pada berbagai sektor, termasuk ekonomi dan ketahanan sosial masyarakat.

“Penting sekali bagi kita untuk terus berkolaborasi memperkuat pertahanan masyarakat. Kerja sama dengan KP2MI ini adalah wujud komitmen bersama dalam membangun visi yang sama, guna mewujudkan tujuan nasional dan program prioritas Asta Cita Bapak Presiden,” ujar Ace Hasan.

Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ace Hasan menekankan bahwa pekerja migran Indonesia tidak hanya harus cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki karakter yang terintegrasi dengan ideologi kebangsaan. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak yang terlibat dalam penyiapan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

Mengubah Citra dan Meningkatkan Kontribusi

Gubernur Lemhannas juga memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya Menteri Mukhtarudin dalam mengubah citra pekerja migran Indonesia. Selama ini, profesi tersebut sering kali hanya diasosiasikan dengan sektor rumah tangga atau pekerjaan informal.

Melalui berbagai kolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga terkait, pemerintah kini berupaya mengubah pandangan tersebut. Tujuannya adalah menyiapkan tenaga kerja yang mampu bersaing di sektor profesional maupun jabatan strategis dengan nilai tambah yang tinggi.

“Apa yang dipersiapkan bukan lagi hanya tenaga asisten rumah tangga, tetapi pekerja pada sektor-sektor profesional atau pemimpin yang memiliki nilai tambah tinggi,” tegasnya.

Baca jugaPastikan Penanganan Maksimal Korban Kebakaran Tai Po, Menteri Mukhtarudin : “Tidak Ada Pekerja Migran yang Kami Biarkan Sendirian”

Selain memiliki peran strategis dalam menyebarkan pengaruh positif bangsa, penempatan tenaga kerja di luar negeri juga memberikan kontribusi ekonomi yang sangat besar bagi negara. Angka devisa yang dihasilkan membuktikan bahwa Kementerian P2MI memegang peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus membuka peluang kerja yang layak dan berkualitas.

Ace Hasan berharap program pendidikan singkat dan penanaman nilai kebangsaan ini dapat segera dilaksanakan oleh tim yang dipimpin oleh Mayor Jenderal TNI Raden Djaenudin Selamet, Deputi Bidang Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas.

Sinergi antara kedua lembaga ini diharapkan mampu membentuk sistem perlindungan pekerja migran yang lengkap—mulai dari keterampilan kerja, manajemen keuangan, hingga ketahanan ideologi—agar setiap warga negara yang berjuang di tanah rantau tetap aman, terhormat, dan setia pada tanah air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *