Satusuaraexpress.co | Depok — Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, memberikan sambutan motivasi dalam acara Pembukaan Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Skema Pemerintah (G to G) untuk Korea Selatan.
Acara berlangsung di Balai Besar Pelatihan dan Pengembangan Penempatan Migran Indonesia (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata, Sawangan, Depok, dengan diikuti sebanyak 332 peserta yang berasal dari 12 provinsi di seluruh Indonesia.
Dalam arahannya, Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa OPP bukanlah bentuk formalitas belaka, melainkan bekal krusial yang dirancang untuk memastikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran, mulai dari tahap sebelum berangkat, selama masa bekerja di negara tujuan, hingga saat kembali ke tanah air.
“Hari ini adalah momen penting. Tidak semua pendaftar mampu mencapai tahap ini. Saya mengapresiasi ketekunan dan kerja keras saudara-saudara sekalian,” ucapnya di depan para peserta.
Tingkatkan Daya Saing di Pasar Global
Menteri menyampaikan bahwa pasar kerja Korea Selatan memiliki tingkat persaingan yang sangat ketat, dengan Indonesia bersaing langsung dengan 17 negara pengirim pekerja migran lainnya.
Baca juga : Amankan Hak PMI, KP2MI Cabut Izin SIP3MI PT Tulus Widodo Putra
Berdasarkan data tahun 2025, posisi Indonesia berada di peringkat ke-4, setelah Nepal, Kamboja, dan Vietnam. Oleh karena itu, ia mengajak para calon pekerja untuk menunjukkan etos kerja yang tinggi sebagai bentuk upaya menjaga citra bangsa di mata dunia internasional.
“Bekerjalah dengan sungguh-sungguh. Kinerja Saudara mencerminkan citra pekerja Indonesia di mata dunia. Patuhi aturan setempat dan hindari tindakan ilegal atau kabur, karena itu sangat berisiko,” imbuhnya.
Selain itu, Menteri juga mengingatkan pentingnya penguasaan bahasa Korea sebagai kunci untuk keselamatan dan komunikasi yang efektif di tempat kerja, serta kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja Korea yang dikenal dengan disiplin tinggi dan kecepatan dalam menjalankan tugas.
Pesan Khusus: Literasi Keuangan dan Pendidikan
Selain aspek teknis pekerjaan, Menteri P2MI menyampaikan pesan khusus terkait manajemen keuangan dan kewaspadaan digital. Ia meminta para pekerja migran untuk mengelola pendapatan dengan bijak dan menjauhi gaya hidup konsumtif.
“Kelola pendapatan dengan bijak. Jauhi hal-hal yang merugikan seperti judi online, penipuan digital, phishing, maupun berbagai bentuk scam lainnya,” jelasnya.
Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Perlindungan negara harus hadir dalam tiga fase utama, sebelum berangkat, selama bekerja di negara penempatan, hingga purna atau saat kembali ke tanah air. Ini adalah komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas perlindungan bagi seluruh pekerja migran kita,” ujarnya.
Sinergi Pendidikan Vokasi dan Pekerja Migran
Menteri juga mengapresiasi kerja sama yang erat dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. Menurutnya, kolaborasi ini sangat vital untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di pasar global.
Baca juga : Menteri Mukhtarudin Dengar Langsung Aspirasi Peserta Service 2 G to G Korea
“Ke depan, program vokasi akan terus kita perkuat. Kita perlu menyiapkan SDM yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan migran di berbagai negara,” ucapnya.
Dari total 332 peserta, mayoritas akan ditempatkan di sektor manufaktur sebanyak 298 orang, sementara sisanya sebanyak 7 orang akan bekerja di sektor perikanan atau fishing. Menteri mengingatkan bahwa para peserta adalah orang-orang terpilih yang telah melalui proses seleksi ketat dan tidak mudah.
Menutup arahannya, Menteri Mukhtarudin meminta para peserta untuk memanfaatkan masa orientasi selama lima hari dengan sebaik-baiknya. Ia juga berpesan agar para pekerja tetap menjaga integritas dan membawa nama baik bangsa selama bekerja di Korea Selatan.
“Kalian adalah orang-orang yang beruntung dan tangguh karena telah sampai di titik ini. Perjuangan kalian tidak ringan, maka manfaatkan kesempatan ini untuk membekali diri sebelum resmi bekerja di Korea Selatan nanti,” pungkasnya.
Pemerintahan Prabowo saat ini juga mendorong para pekerja migran untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Melalui sinergi dengan Universitas Terbuka, pekerja migran berkesempatan meraih gelar sarjana sembari bekerja. Selain itu, tersedia pula program Kejar Paket C hasil kolaborasi dengan Kemendikdasmen.
“Harapannya, pengalaman dan keterampilan yang didapat di luar negeri menjadi modal berharga (brain gain) saat kembali ke Indonesia, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” ujar Menteri.
Acara pembukaan OPP ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Muttaqin sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Komjend Dwiyono sebagai Sekretaris Jenderal KP2MI, serta Dr. Nana Halim sebagai Kepala BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata.
Kehadiran para pejabat lintas kementerian ini menjadi bukti komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat penguatan kompetensi vokasi bagi tenaga kerja Indonesia yang akan bertolak ke mancanegara.













