Satusuaraexpress.co | Jakarta — Setiap perayaan Idul Adha, makna kurban tidak hanya berhenti pada kewajiban ibadah semata. Di balik penyembelihan hewan dan pembagian daging, tersimpan dampak luas yang menjalar ke berbagai lapisan masyarakat mulai dari penguatan ekonomi hingga terjalinnya persaudaraan yang hangat.
Tahun ini, Dompet Dhuafa kembali mengukuhkan peran kurban sebagai tonggak penting dalam membangun kesejahteraan, baik di dalam negeri maupun di belahan dunia lain yang membutuhkan uluran tangan.
Di tanah air, langkah nyata dilakukan melalui penyebaran manfaat yang menjangkau luas. Daging kurban akan disalurkan ke 102 kabupaten dan kota, hingga mencapai 788 desa yang tersebar di berbagai penjuru. Gerakan ini tidak hanya mewujudkan pemerataan akses pangan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi nafas segar bagi para peternak kecil.
Melalui keterlibatan 48 mitra peternak, kurban membuka peluang ekonomi yang lebih baik menjamin hasil ternak mereka terserap dengan baik, sekaligus mendorong pengembangan usaha peternakan yang berkelanjutan. Dengan demikian, setiap hewan kurban yang disiapkan tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi sumber penghidupan yang adil dan layak bagi mereka yang bekerja keras memeliharanya.
Baca juga : Dompet Dhuafa Sasar 1447 Motor Ojek Online Untuk Di Service Gratis
Semangat berbagi Dompet Dhuafa tidak berhenti di batas wilayah Indonesia. Tahun ini, misi kemanusiaan ini menyeberang ke tujuh negara dengan dukungan tiga mitra global, meliputi Myanmar, Somalia, Palestina, Suriah, Libanon, Yordania, hingga Sudan. Di negeri-negeri tersebut, banyak saudara kita yang merayakan hari suci ini di tengah kondisi yang sulit.
“Sejak 1994, perjalanan Dompet Dhuafa menyalurkan kurban terus tumbuh. Dari ratusan hewan hingga kini telah menjangkau pelosok negeri bahkan luar negeri. Bukan sekadar distribusi, tapi tentang menguatkan peternak, menciptakan senyuman hingga kebermanfaatan bagi pekurban, peternaknya hingga penerima manfaatnya. Lebih dari tiga dekade berlalu, yang dijaga tetap sama: amanah, transparansi, dan kebermanfaatan. Dan semua ini, terjadi karena kebaikan Anda,” ungkap Ahmad Juwaini, Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika.
Menurutnya, kurban yang disalurkan bukan sekadar daging yang berpindah tangan. Di dalamnya terkandung rasa peduli yang tulus, persaudaraan yang melintasi batas negara, serta pesan kuat bahwa kasih sayang manusia tidak terbatas oleh wilayah atau perbedaan. Setiap penyaluran adalah bukti bahwa ibadah kurban mampu menjadi jembatan yang menyatukan hati, memberikan harapan baru, dan menghadirkan kehangatan di tengah situasi yang sulit.
Untuk semakin memudahkan masyarakat dalam menunaikan ibadah, Dompet Dhuafa juga menghadirkan layanan terbaru bernama Kurban Express sebagai bagian dari rangkaian program The Kurban Series. Layanan ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman berkurban yang lebih praktis, cepat, namun tetap sejalan dengan ketentuan syariat. Melalui layanan ini, hewan kurban yang berkualitas, sehat, dan terawat akan diantarkan langsung kepada pekurban.
Baca juga : Dompet Dhuafa Hidupkan Suasana Tarawih Pasca Bencana Banjir Di Pidie Jaya
“Melalui Kurban Express, Dompet Dhuafa dapat menjadi mitra penyedia hewan kurban yang akan didistribusikan secara langsung oleh mitra seperti individu, komunitas, masjid, sekolah, maupun perusahaan, khususnya di wilayah Jabodetabek. Dengan layanan ini, pekurban tidak hanya mendapatkan kemudahan akses dan efisiensi waktu, tetapi juga memastikan hewan yang diterima dalam kondisi sehat, terawat, dan siap untuk ditunaikan sesuai ketentuan ibadah kurban,” tambah Ahmad Juwaini.
Indrodjojo Kusumonegoro atau Indro ‘Warkop’ yang hadir meriahkan peluncuran program The Kurban Series 1447 H mengaku ketertarikannya untuk bergabung dan mendukung gerakan Dompet Dhuafa ternyata bukanlah hal yang baru. Ia mengaku, niat ini sudah tumbuh jauh sebelum peristiwa menyayat hati saat istrinya wafat pada tahun 2018 silam.
Bagi pria yang akrab disapa Indro ini, Dompet Dhuafa bukan sekadar lembaga sosial biasa, melainkan jawaban nyata atas keresahan yang sering dirasakan banyak orang, terutama mereka yang tinggal di kota besar.
“Kadang kita merasa tidak aman atau ragu saat berkurban, apakah daging atau manfaatnya benar-benar sampai ke tangan orang yang benar-benar membutuhkan atau tidak? Keraguan itu dijawab dengan jelas oleh Dompet Dhuafa,” ujar Indro.
Baca juga : Dompet Dhuafa Optimis Sambut Ramadan 1447H dengan Kampanye “Berzakat Itu Kalcer”
Ia pun mengungkapkan pandangannya mengenai fenomena yang kerap terjadi di Jakarta. Menurutnya, di ibu kota dan sekitarnya, seringkali daging kurban justru menumpuk di kalangan masyarakat yang secara ekonomi sudah mapan dan mampu.
Sebaliknya, di banyak daerah lain yang letaknya jauh dari pusat kota atau bahkan di luar negeri, masih banyak orang yang sangat membutuhkan bantuan tersebut namun sulit mendapatkannya. Ketimpangan inilah yang membuat Indro semakin yakin untuk mempercayakan penyaluran kurbannya melalui Dompet Dhuafa.
Salah satu pengalaman yang paling membekas di hati Indro adalah saat ia menerima laporan rinci mengenai perjalanan hewan kurban miliknya. Ia masih ingat jelas, pernah ada satu ekor sapi kurban dari keluarganya yang dikirim dan didistribusikan hingga ke mancanegara, tepatnya ke Myanmar.
“Saya dikirimkan laporannya lengkap, dan ternyata sapi yang saya kurbankan itu sampai dengan selamat ke Myanmar. Bahkan di laporan itu tertulis jelas nama sapinya, yaitu Indrodjojo Kusumonegoro nama lengkap saya, ” tutupnya.













