Satusuaraexpress.co | Jakarta — Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat terus bergerak aktif dalam upaya penanganan masalah persampahan. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan menggelar workshop pengelolaan sampah yang dilaksanakan di Rumah Susun Tambora, RW 01, Angke, Kecamatan Tambora.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari kader Dasawisma, Karang Taruna, tokoh masyarakat, hingga pengurus RT dan RW. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan komitmen bersama untuk menyelesaikan persoalan lingkungan yang selama ini menjadi tantangan, khususnya di kawasan hunian vertikal tersebut.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, menegaskan bahwa workshop ini merupakan bagian integral dari strategi besar untuk mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya. Tujuannya jelas, yaitu meminimalisir jumlah residu yang harus diangkut dan dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
“Selama ini, persoalan sampah di Jakarta Barat, khususnya di kawasan Rusun Tambora masih menjadi kendala. Setelah ini, Rusun Tambora akan kita aktivasi untuk pemilahan sampah dan pengurangan sampah dari sumber,” ujar Iin, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, setelah sesi edukasi ini, akan dibentuk tim teknis yang bertugas khusus mengelola sampah. Dengan adanya manajemen yang baik, target untuk hanya mengirimkan sekitar 30 persen residu ke Bantargebang diharapkan dapat segera terwujud.
Dalam upaya mendukung program ini, Pemkot Jakarta Barat juga merencanakan optimalisasi penggunaan lahan di lingkungan Rusun Tambora.
“Sebagian area akan difungsikan sebagai tempat pemilahan sampah yang tertib, sementara area lainnya dimaksimalkan menjadi ruang interaksi sosial dan taman bermain anak yang asri, ” terangnya.
Konsep yang diusung adalah pengelolaan sampah terpadu yang berkelanjutan. Sampah organik akan diolah menjadi kompos yang nantinya digunakan untuk menyuburkan tanaman di area publik tersebut. Sementara itu, sampah anorganik tidak hanya dibuang, melainkan didaur ulang menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual.
“Ini bukan hanya soal mengurangi sampah, tapi juga memberdayakan ekonomi warga. Jadi apa yang kami lakukan ini adalah bentuk upaya untuk memitigasi penumpukan dan pengangkutan sampah agar volumenya berkurang signifikan,” tegas Iin.
Baca juga : Tak Kenal Lelah, Iin Mutmainnah Turun ke Lapangan Pastikan Keselamatan Warga Terdampak Cuaca Ekstrem
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Hariyadi, menambahkan bahwa kegiatan edukasi seperti ini rencananya akan digilir ke seluruh kecamatan di Jakarta Barat.
“Materi yang diberikan tidak hanya teori, tetapi juga pelatihan teknis lanjutan, seperti cara pembuatan kompos cair, ecobrick, hingga manajemen pengelolaan bank sampah, ” kata Hariyadi.
Pihaknya juga tengah melakukan kajian mendalam mengenai pemanfaatan berbagai jenis limbah, seperti kain dan plastik, agar dapat masuk ke dalam sistem ekonomi sirkuler yang menguntungkan masyarakat.
Baca juga : Baksos Operasi Katarak Gratis Disambut Antusias Warga Jakarta Barat
Sebagai bentuk dukungan, panitia juga membagikan bantuan peralatan pendukung, mulai dari alat pembuat kompos cair, tempat sampah pilah, hingga alat pembuat lubang resapan biopori.
“Sementara tim yang dibentuk belum maksimal, kami akan dorong UPRS agar tenaga kebersihan Rusun bisa mulai lakukan pemilahan dan pengelolaan sampah dahulu,” tandas Hariyadi.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat ini, diharapkan Rusun Tambora dapat menjadi percontohan pengelolaan lingkungan yang bersih, sehat, dan sejahtera.













