Langkah Nyata Tiga Pilar Tambora: Mengubah Wajah Wilayah Lewat Program “TAMPAN”

IMG 20260408 WA0137 scaled

Suaraexpresmco | Jakarta  – Kawasan padat penduduk seperti Tambora kini memiliki wajah baru dalam sistem pemeliharaan wilayahnya. Melalui inisiatif bertajuk Program TAMPAN (Tertib, Aman, dan Nyaman), seluruh elemen aparat pemerintah bersama unsur Tiga Pilar dan masyarakat mulai bergerak serentak untuk membenahi lingkungan secara menyeluruh, dari urusan trotoar hingga masalah kesehatan kronis.

Bukan Sekadar Program Baru, Tapi Sinergi yang Padu

​Meski kegiatan pembersihan dan penertiban sudah sering dilakukan secara parsial, Program TAMPAN hadir sebagai wadah integrasi. Camat Tambora menegaskan bahwa kehadiran program ini bertujuan agar seluruh perangkat daerah tidak lagi bekerja sendiri-sendiri (egosektoral), melainkan bersatu padu dalam satu komando gerakan yang sistematis.

Baca jugaKondisi Banjir di Jalan Kembangan Selatan: Satpel Dishub Tambora Turun Tangan Atur Lalin

​”Kegiatan ini sebenarnya sudah rutin kami jalankan. Namun, melalui TAMPAN, kami menghimpun semuanya agar lebih terpadu dan bersinergi. Kami ingin dampak yang dirasakan masyarakat lebih terasa dan berkelanjutan,” ujar pihak kecamatan saat memantau kegiatan di wilayah RW 02, Kelurahan Duri Utara.

​Strategi yang diterapkan dalam Program TAMPAN adalah metode “jemput bola”. Petugas tidak hanya menunggu laporan, tetapi turun langsung ke lapangan setiap satu minggu sekali di setiap kelurahan secara bergantian. Kegiatan ini melibatkan proses pendataan, edukasi, sosialisasi, hingga tindakan tegas di tempat bagi mereka yang kedapatan melanggar aturan ketertiban umum.

Lima Sektor yang Menjadi Prioritas

​Dalam setiap pelaksanaannya, Program TAMPAN menyasar lima poin krusial yang selama ini menjadi tantangan utama di wilayah Tambora:

  1. ​Restorasi Hak Pejalan Kaki: Melalui tertib trotoar, petugas mengedukasi warga agar tidak mengalihfungsikan jalur pedestrian. Hal ini dibarengi dengan penanganan Pemerhati Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) agar tata ruang jalan tetap terjaga.
  2. ​Mitigasi Bahaya Kebakaran: Mengingat risiko kebakaran yang cukup tinggi di pemukiman padat, operasi aliran listrik (Opal) menjadi agenda wajib. Petugas memeriksa standar kelistrikan rumah tangga guna memastikan tidak ada instalasi yang membahayakan nyawa dan harta benda warga.
  3. ​Audit Infrastruktur Publik: Seluruh sarana prasarana yang rusak—mulai dari saluran air yang penuh lumpur, jalan berlubang, hingga lampu jalan yang mati—didata secara akurat. Data ini akan menjadi rapor merah yang harus segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait untuk perbaikan segera.
  4. ​Manajemen Sampah dari Hulu: Warga terus didorong untuk mandiri dalam memilah sampah dari rumah masing-masing. Selain itu, para pelaku usaha juga ditata agar aktivitas ekonominya tidak bertabrakan dengan aturan kebersihan lingkungan.
  5. ​Keamanan dan Kesejahteraan Masyarakat: Sisi Kamtibmas difokuskan pada antisipasi tawuran dan curanmor. Sementara di bidang kesehatan, program ini menjadi benteng deteksi dini untuk isu sensitif seperti stunting dan penanggulangan penyakit menular seperti TBC.

Baca jugaSkatepark dan Ruang Publik Rencana Dibangun di Bawah Flyover Tambora

Menuju Tambora yang Lebih Baik

​Gerakan TAMPAN adalah potret ambisi positif dari sebuah kecamatan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warganya. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, program ini diharapkan mampu mengubah perilaku kolektif untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

​Target akhirnya jelas: menjadikan Tambora bukan sekadar tempat tinggal yang padat, melainkan lingkungan yang tertib administrasinya, aman dari kriminalitas dan bencana, serta nyaman bagi seluruh lapisan penghuninya. Program ini menjadi bukti bahwa dengan kolaborasi yang kuat antara pelayan masyarakat dan warga, perubahan nyata bukanlah hal yang mustahil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *