Kejadian Kecelakaan Kerja di Jagakarsa: 4 Pekerja Meninggal Dunia, Polisi Dalami Dugaan Pelanggaran K3

IMG 20260407 174811 scaled
Kejadian Kecelakaan Kerja di Jagakarsa: 4 Pekerja Meninggal Dunia, Polisi Dalami Dugaan Pelanggaran K3.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Satuan Reserse Kriminal Khusus (Satreskrimsus) Polres Metro Jakarta Selatan, memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus dugaan kecelakaan kerja yang mengakibatkan empat orang pekerja meninggal dunia. Peristiwa naas ini tengah ditangani secara intensif oleh kepolisian.

Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Indra Darmawan mengatakan hingga saat ini, proses hukum dan penyelidikan utama ditangani langsung oleh Unit Reserse Kriminal (Unit Reskrim) Polsek Jagakarsa. Sementara itu, pihak Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan bertindak dalam fungsi asistensi dan supervisi untuk memastikan proses penyelidikan berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Dalam upaya mengungkap kronologi dan penyebab pasti kejadian, tim penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Sampai saat ini, sudah ada dua orang saksi yang diperiksa, yang berasal dari pihak pelaksana lapangan, yaitu pengawas besi dan salah satu mandor proyek, ” kata Indra, Selasa (7/4/2026).

Rencananya, lanjut Indra, pemeriksaan akan dilanjutkan pada hari Kamis (9/4/2026) dengan memanggil pihak terkait lainnya, termasuk perwakilan dari pengelola gedung serta pihak pemilik perusahaan. Dalam pemanggilan tersebut, penyidik juga meminta agar dilampirkan data terkait perizinan bangunan dan legalitas proyek yang sedang berjalan.

Baca jugaPeredaran Obat Keras dan Psikotropika di Jagakarsa Terungkap: Ratusan Ribu Butir Diamankan, Dua Tersangka Ditangkap

“Terkait fungsi dan tujuan bangunan tempat kejadian perkara, pihak kepolisian belum dapat memastikan secara rinci. Hal ini dikarenakan data dan keterangan resmi dari pemilik perusahaan baru akan didalami saat pemeriksaan yang dijadwalkan hari Kamis nanti. Namun, berdasarkan informasi sementara, bangunan tersebut telah berdiri selama kurang lebih satu tahun, ” terangnya.

Indra menyebut, dalam proses identifikasi korban, pihak keluarga memutuskan untuk menolak dilakukan otopsi penuh. Oleh karena itu, kesimpulan medis yang didapat saat ini hanya bersumber dari hasil pemeriksaan luar tubuh (external examination) yang dilakukan oleh tim medis.

Sementara itu, terkait dugaan kematian akibat paparan zat atau gas tertentu, pihak penyidik belum dapat menjelaskan secara detail jenis dan kandungan gas yang diduga menjadi penyebab utama.

“Hal ini merupakan ranah teknis yang akan dijelaskan lebih lanjut oleh tim ahli pada kesempatan konferensi pers berikutnya, ” ujarnya.

Untuk memastikan penyebab kejadian, pada hari Senin kemarin telah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh. Tim gabungan yang terdiri dari Kementerian Ketenagakerjaan RI, Dinas Tenaga Kerja Provinsi DKI Jakarta, hingga Laboratorium Forensik Polri telah turun langsung ke lokasi.

Baca jugaTragedi di Lokasi Proyek TB Simatupang: Empat Pekerja Tewas, Tiga Sesak Napas

Mereka melakukan pengambilan sampel udara, uji kandungan gas, serta pemeriksaan air di dalam tempat penampungan yang diduga menjadi sumber bahaya. Hasil dari uji laboratorium ini sangat krusial untuk menentukan jenis gas dan asal-usulnya yang menyebabkan kematian para korban.

“Hasil akhir dari pemeriksaan laboratorium tersebut akan diumumkan setelah keluar secara resmi,” tuturnya.

Pihak kepolisian juga tengah mendalami aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, ditemukan fakta bahwa keempat pekerja yang menjadi korban saat melakukan tugasnya tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Hal ini menjadi salah satu poin penting yang akan didalami lebih lanjut untuk melihat apakah terdapat kelalaian atau pelanggaran standar keselamatan kerja dalam peristiwa ini.

“Saat ini, proses penyelidikan masih berjalan dan tim penyidik terus mengumpulkan bukti-bukti guna memastikan siapa yang akan memegang tanggung jawab hukum atas peristiwa memilukan tersebut, ” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *