Pemerintah Pastikan Pembelajaran Daring Batal, Tetap Prioritaskan Luring untuk Cegah Learning Loss

hVpIQbwZri
Pemerintah Pastikan Pembelajaran Daring Batal, Tetap Prioritaskan Luring untuk Cegah Learning Loss.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Pemerintah Republik Indonesia resmi memastikan pembatalan rencana penerapan pembelajaran dalam jaringan (daring) bagi siswa di seluruh negeri. Wacana pembelajaran daring sempat menjadi salah satu opsi yang didiskusikan untuk mengantisipasi potensi krisis energi akibat konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyampaikan pentingnya menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan sesuai dengan standar yang ada. Sebelum mengambil keputusan akhir, pihaknya telah melakukan koordinasi mendalam dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) serta Menteri Agama (Menag).

“Proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Dengan demikian, penyelenggaraan proses pembelajaran diutamakan tetap berjalan secara luring bagi siswa,” tegas Pratikno.

Baca juga : Pegiat Media Sosial Blak-blakan Tanggapi Wacana Pembelajaran Daring April 2026 dan Program MBG

Dalam keterangan resminya yang diterbitkan pada Minggu (24/3), Menko PMK menegaskan bahwa hasil pembicaraan lintas kementerian menyepakati bahwa pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi urgensi saat ini. “Pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Pratikno pernah menyebutkan rencana pemerintah untuk menggelar pembelajaran hybrid (gabungan daring dan luring) sebagai upaya antisipatif terhadap dampak potensial krisis energi. Namun, setelah melalui evaluasi mendalam, pemerintah menyimpulkan bahwa penerapan pembelajaran tatap muka tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga kualitas pendidikan.

Pemerintah juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian besar terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, terutama di bidang pendidikan. Beberapa program prioritas seperti revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda terus digenjot untuk memperkuat sistem pendidikan nasional.

“Kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag, maupun Kemendiktisainstek. Ini prioritas utama,” tandas Pratikno.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, juga menyampaikan dukungan terhadap keputusan ini, menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar di tingkat dasar hingga menengah akan tetap berlangsung secara tatap muka sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *