Satusuaraexpress.co | Jakarta – Perwira polisi yang dikenal dengan julukan Pak Bray, Manang Soebeti, ikut angkat suara soal kasus penyiraman air keras ke aktivis Andrie Yunus masih jadi sorotan publik.
Menurutnya, aksi meneror Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) itu menunjukkan sikap yang tidak dewasa dalam menghadapi kritik.
kampungan banget sih kalian yang neror-neror. Apa salahnya Mas Andrie Yunus sampai diteror pakai air keras?” ujar Manang dalam pernyataannya, seperti dikutip dari akun Tiktoknya @manangsoebeti_official, dikutip Satusuaraexpress.co, Senin, 16 Maret 2026.
Usai angkat bicara, akun Tiktok Manang Soebeti baru-baru ini diserang warganet melalui pesan singkat di DM. Manang dituding telah menggiring opini masyarakat tentang identitas pelaku yang dikait-kaitkan pada institusi TNI.
“Hati-hati, bapak-bapak, pernyataan tiktok bapak, malasnya apa” tulis akun @anakrantau, usai dilihat Satusuaraexpress.co diunggahan Instagram @manangsoebeti_official.
“Mengarah bahwa yang melakukan TNI,” lanjutnya.

Sebelumnya, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus, disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis, 12 Maret 2026, pukul 23.00 WIB.
Akibat penyiraman tersebut, Andrie Yunus mengalami luka serius disekujur tubuhnya, terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata.
Tragedi ini terjadi usai Andrie Yunus melakukan
perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”, Kamis (12/3/2026), sekitar pukul 23.00 WIB.
Setelahnya, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis.













