DLH DKI Jakarta Aktifkan Operasi Tanggap Darurat Setelah Longsor di TPST Bantargebang

IMG 20260309 WA0000 1
DLH DKI Jakarta Aktifkan Operasi Tanggap Darurat Setelah Longsor di TPST Bantargebang.

Satusuaraexpress.co | Bekasi — Minggu (8/3), peristiwa longsor yang terjadi di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang menjadi perhatian utama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta. Instansi tersebut segera bergerak cepat dengan mengaktifkan Operasi Tanggap Darurat, dengan fokus utama memastikan keselamatan petugas di lapangan, menangani korban, serta menstabilkan area terdampak agar pelayanan pengelolaan sampah dapat segera dipulihkan.

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menegaskan bahwa sejak menerima laporan kejadian, pihaknya langsung mengerahkan tim dan mengoordinasikan operasi penanganan bersama berbagai instansi terkait. Tim gabungan yang terlibat meliputi Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya, BPBD DKI Jakarta, BPBD Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Polsek Bantargebang, serta Koramil 05/Bantargebang.

“Begitu kejadian dilaporkan, kami langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat. Prioritas utama adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun longsoran,” ucapnya, Selasa (9/3/2026).

Baca jugaTruk Buang Tinja di Saluran Air Cawang Diselidiki Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta

DLH menyampaikan duka mendalam atas korban jiwa yang terjadi dalam peristiwa ini. Berdasarkan data sementara, longsor menyebabkan empat orang meninggal dunia, yaitu Ibu Sumini, 60 (pemilik warung di sekitar lokasi), Dedi Sutrisno (pengemudi truk Sudin LH Jakarta Pusat), Irwan Supriatin (pengemudi truk), serta Endah Widayati, 25, yang bekerja sebagai pemulung.

Selain itu, Slamet, pengemudi truk Sudin LH Jakarta Selatan, mengalami luka ringan dan telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat. Saat ini, ia telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

Dalam hal santunan, Asep menjelaskan bahwa seluruh Pegawai Jasa Lokal Pengelolaan (PJLP) yang meninggal dunia akan mendapatkan bantuan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Biaya pengobatan bagi korban luka ditanggung Pemerintah Daerah, dan akan diberikan santunan sosial bagi korban lainnya, termasuk pemilik warung dan pemulung yang bukan berstatus PJLP.

Pada operasi evakuasi, dari total tujuh truk yang terdampak longsor, sebanyak lima unit telah berhasil dievakuasi. Dua truk lainnya yang dikemudikan oleh Riki Supriyadi (Sudin LH Jakarta Utara) dan Irwan Supriyatin masih dalam proses evakuasi, dengan tim gabungan terus bekerja untuk mempercepat tahap ini.

Baca jugaKondisi Darurat Sampah Nasional, Dorong Evaluasi Penyeluruhan Pengelolaan Sampah di DKI Jakarta

Untuk mendukung operasi, DLH bersama tim gabungan mengerahkan 13 unit ekskavator serta menyiagakan dua unit ambulans dari DLH dan Pemerintah Kota Bekasi. Keduanya bekerja secara bersamaan untuk membuka timbunan material longsor.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengungkap insiden itu terjadi pada sekitar pukul 14.30 WIB Minggu (8/3) kemarin. Saat itu, truk sampah sedang mengantre melakukan pembongkaran muatan sampah, lalu terjadi longsoran sampah yang menimpa truk dan warung.

“Saat truk sampah sedang mengantre untuk melakukan pembongkaran muatan sampah, tiba-tiba terjadi longsor yang menimpa 5 unit truk sampah dan 1 warung di sekitar lokasi,” kata Isnawa Adji.

Hingga kini tercatat sebanyak 4 orang tewas dan 2 orang selamat akibat kejadian itu. Berdasarkan dugaan sementara, jumlah korban yang tertimbun sebanyak sepuluh orang, dengan rincian lima orang warga dan lima orang pengemudi (driver) truk sampah. “Sementara empat orang sudah dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia dan dua orang dalam keadaan selamat,” kata Isnawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *