Satusuaraexpress.co | Jakarta — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melontarkan gagasan besar untuk memperingati hari jadi kota Jakarta. Di sela-sela kemeriahan Festival Bandeng Rawa Belong 2026 di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Pramono mengusulkan penyelenggaraan haul akbar bagi para ulama dan pejuang Betawi sebagai bagian dari rangkaian menuju usia emas 500 tahun Jakarta.
Gagasan ini muncul sebagai bentuk penghormatan tertinggi terhadap tokoh-tokoh lokal yang dinilai memiliki kontribusi besar namun belum pernah mendapatkan peringatan kolektif dari Pemerintah Provinsi.
Penghormatan di Jantung Ibu Kota
Dalam sambutannya, Pramono membayangkan sebuah perhelatan religi dan budaya skala besar yang dipusatkan di Monumen Nasional (Monas). Ia berencana menggandeng majelis-majelis besar seperti Majelis Rasulullah dan Majelis Nurul Musthofa untuk menghadirkan puluhan ribu jemaah.
”Saya ingin menyampaikan sekaligus memohon dukungan dari warga Betawi. Saya menginginkan diadakan haul ulama-ulama dan pejuang Betawi yang berjasa bagi Jakarta. Kalau ini diizinkan, saya akan menginisiasi kegiatan tersebut di Monas,” ujar Pramono di hadapan tokoh adat dan warga, Sabtu (14/2).
Menurutnya, inisiatif ini sangat krusial mengingat Jakarta sedang bersiap menyambut usia setengah milenium pada tahun depan. “Belum pernah ada kegiatan haul yang diselenggarakan secara bersama oleh Pemprov DKI untuk para ulama dan tokoh Betawi. Saya yakin ini akan membawa kebaikan,” tambahnya.
Kehadiran Gubernur di Rawa Belong merupakan kali kedua dalam festival tahunan yang identik dengan tradisi menjelang Imlek tersebut. Ia mengapresiasi konsistensi warga dalam menjaga akulturasi budaya antara Betawi dan Tionghoa yang tercermin melalui tradisi jual-beli bandeng jumbo.
Senada dengan Gubernur, Ketua Majelis Kaum Betawi yang juga merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menyampaikan rasa bangganya atas kemitraan yang solid antara pemerintah dan masyarakat.
”Atas nama kaum Betawi, kami mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada Gubernur dan seluruh jajaran kewilayahan. Keberhasilan festival ini adalah bukti peran aktif komunitas Rawa Belong dalam menjaga identitas kota,” kata Fauzi Bowo.
Festival Bandeng Rawa Belong 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga penggerak ekonomi lokal. Tradisi memborong ikan bandeng ukuran besar ini merupakan simbol kemakmuran dan penghormatan kepada orang tua (mertua) dalam adat Betawi, sekaligus menyambut perayaan Tahun Baru Imlek.
Dengan adanya usulan haul akbar dari Gubernur, perayaan budaya di Jakarta ke depan diharapkan tidak hanya meriah secara fisik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan historis bagi warga asli Jakarta. (Ig)













