Satusuaraexpress.co | Jakarta — Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Jakarta selama beberapa waktu terakhir berlangsung hingga menjelang akhir pekan, tepatnya hingga Jumat (23/1/2026) malam.
Kondisi cuaca ekstrem ini memberikan dampak signifikan terhadap sistem drainase kota, yang membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta harus mengeluarkan laporan terkait peningkatan status bahaya di salah satu pintu air utama.
Pintu Air Angke Hulu menjadi titik perhatian utama setelah mencapai status bahaya atau siaga 1. Informasi mengenai kenaikan status ini disampaikan secara resmi melalui akun X milik BPBD DKI Jakarta.
Baca juga : Cuaca Ekstrem Menghantui Jakarta, Disdik DKI Instruksikan Sekolah Terapkan PJJ Hingga 28 Januari
Dalam unggahannya tertulis, “Angke Hulu, TMA (tinggi muka air) 365 (cm). Status bahaya atau siaga 1,” dikutip X BPBD DKI. Data yang menjadi dasar penetapan status siaga 1 ini dihimpun oleh pihak BPBD hingga pukul 00.00 WIB.
Saat ini, Pintu Air Angke Hulu merupakan satu-satunya pintu air di seluruh Jakarta yang berada pada level siaga 1. Sebagai perbandingan, beberapa pintu air lainnya seperti Karet, Pasar Ikan, dan Sunter Hulu berada pada status siaga 3. Sedangkan sebagian besar pintu air di ibu kota masih dalam kondisi normal atau siaga 4, antara lain Katulampa, Depok, Manggarai, Krukut Hulu, Pesanggrahan, Waduk Pluit, Cipinang Hulu, dan Pulo Gadung.
Selain kondisi pintu air yang mengkhawatirkan, BPBD DKI Jakarta juga mencatat perkembangan terkait wilayah yang terendam banjir. Hingga waktu pelaporan pada Jumat (23/1) malam, jumlah kawasan yang tergenang semakin bertambah.
Tercatat sebanyak 154 Rukun Tetangga (RT) dan 20 ruas jalan di berbagai lokasi masih terendam air. “BPBD mencatat saat ini terdapat 154 RT dan 20 ruas jalan tergenang,” demikian bunyi keterangan resmi yang dikeluarkan.













