Satusuaraexpress.co | Sulawesi Selatan — Selasa (20/1) malam, di posko aju Tompo Bulu, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan, suasana terasa penuh kesedihan. Tim SAR gabungan telah menyelesaikan tahap evakuasi yang menantang dan menyerahkan jenazah korban kedua kecelakaan pesawat ATR 42-500 kepada Direktorat Kedokteran dan Kesehatan (Dokpol) Polda Sulawesi Selatan.
Jenazah berjenis kelamin perempuan ini menjadi bukti nyata dari upaya gigih para petugas dalam menjalankan tugas kemanusiaan, sekaligus menandai fase penting dalam proses identifikasi korban.
Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo. Sosoknya tampak tegas namun penuh rasa tanggung jawab saat menyerahkan jenazah kepada pihak Dokpol.
Setiap gerakan dalam proses penyerahan dijalankan dengan seksama, sebagai bentuk penghormatan terhadap nyawa yang telah tiada. Langkah ini menjadi awal dari serangkaian proses yang akan dilakukan Dokpol untuk memastikan identitas korban dengan tepat, menjadi harapan bagi keluarga yang tengah menanti kepastian.
Baca juga : Dirjen Perhubungan Udara Ceritakan Detik-Detik Pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport Hilang Kontak
Proses pengangkatan jenazah ini tidaklah mudah, bahkan memakan waktu lebih dari 24 jam. Lokasi korban sudah terdeteksi sejak Senin (19/1) pukul 14.25 WITA, namun medan yang terjal dengan lereng yang curam dan cuaca buruk yang sering berganti menjadi hambatan besar bagi tim SAR.
Para personel harus berjuang melawan kondisi alam yang keras, berjalan melalui jalur yang tidak terstruktur, dan menghadapi tantangan fisik yang luar biasa. Baru pada Selasa pukul 17.15 WITA, jenazah berhasil diangkat sepenuhnya dari titik jatuh.
Setelah itu, tim harus melakukan perjalanan yang melelahkan dengan membawa jenazah mendaki menuju puncak lokasi sebelum akhirnya dapat menurunkannya ke arah Posko Tompobulu, untuk kemudian dibawa ke fasilitas Dokpol Polda Sulsel.
Baca juga : Presiden Ke-7 Jokowi Terseret dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024
“Pada pukul 22.40 malam ini, saya, selaku Direktur Operasi Basarnas, menyerahkan korban (kedua) untuk dilanjutkan proses pendidikasi (identifikasi) di Dokpol,” ucap Yudhi Bramantyo dengan nada yang jelas dan tegas, sebagaimana dihimpun dari sumber informasi.
Wajahnya mencerminkan rasa lelah namun juga kepuasan karena telah menyelesaikan bagian dari tugasnya. Ia mengakui bahwa beratnya kondisi di lapangan menjadi ujian utama bagi setiap personel yang terlibat. Gerakan fisik di lokasi bencana baru benar-benar mereda sekitar pukul 16.30 WITA, setelah seluruh persiapan untuk pemindahan jenazah rampung diselesaikan.
“Kondisi medan yang membuat kita mungkin agak berat,” tambahnya sambil menghela napas, menggambarkan betapa sulitnya perjuangan yang telah ditempuh.
Meski satu jenazah lagi telah berhasil diserahkan, misi kemanusiaan ini masih belum selesai. Berdasarkan data terkini, satu jenazah korban lainnya yang telah ditemukan tengah dalam proses evakuasi dan dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sementara itu, delapan orang masih dinyatakan hilang dan menjadi fokus utama pencarian tim SAR pada hari berikutnya.
“Kami berusaha untuk mempunyai prioritas untuk menyelesaikan satu korban lagi yang masih dalam perjalanan. Mudah-mudahan besok juga sudah sampai ke rumah sakit untuk segera diidentifikasi,” pungkas Yudhi dengan harapan yang tulus.
Di ruang kerja Dokpol Polda Sulsel, segala persiapan telah dilakukan untuk menerima jenazah dan menjalankan proses identifikasi. Setiap langkah dalam identifikasi akan dilakukan dengan standar yang ketat, sebagai bentuk penghormatan dan tanggung jawab kepada korban serta keluarga mereka.
Di tengah duka yang mendalam yang dirasakan oleh banyak pihak, setiap jenazah yang berhasil dievakuasi dan diserahkan merupakan wujud nyata dari komitmen Basarnas untuk menuntaskan misinya hingga seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 ditemukan dan dapat kembali kepada keluarga mereka.













