Aksi Unjuk Rasa Ojek Online: Tuntutan Hak dan Solidaritas yang Menggema

IMG 20260114 WA0008
Pengemudi ojek online berunjuk rasa di Monas, Jakarta Pusat.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Perhimpunan Ojek Online Indonesia telah melaksanakan aksi unjuk rasa di kawasan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Medan Merdeka Selatan No.3-5, Gambir. Estimasi jumlah massa yang hadir mencapai sekitar 750 orang, dipimpin oleh Bapak Agung dan Bapak Cecep.

Kelompok ojol menggelar demonstrasi terpusat di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada Rabu (14/1/2026). Tuntutan utama yang diajukan meliputi penetapan potongan aplikator maksimal 10 persen, penerapan regulasi tarif antar barang dan makanan yang memberikan kepastian serta keadilan, hingga audit investigatif terhadap potongan tambahan 5 persen yang disebut diambil oleh pihak aplikator.

Untuk mengamankan jalannya aksi, aparat kepolisian telah menyiagakan 1.541 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional sesuai jumlah massa, dan masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan sekitar serta mencari jalur alternatif untuk mengantisipasi kemacetan.

Baca juga : Pemkot Jakbar menyiapkan Rusunawa untuk relokasi 25 KK di Kalideres

Dalam pidatonya, salah satu pemimpin aksi menyampaikan bahwa tuntutan tersebut merupakan hak yang telah dijanjikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, tiga bulan lalu kelompok ojol juga telah melakukan aksi bersama aktivis dan mahasiswa.

“Kami datang kesini bukan hanya omon-omon tapi karena rezim-rezim kita terhadap kezoliman Driver Online,” ucap salah satu pemimpin.

Ia juga menegaskan bahwa “Solidaritas Ojol Senusantara siap untuk membantu” setiap kelompok yang berjuang untuk hak yang sama.

Perwakilan kelompok telah mendatangi Sekretariat Negara, namun audiensi akan dilaksanakan pada hari Senin karena melibatkan banyak lintas instansi. Para pengemudi diminta untuk tetap mengawal proses hingga Peraturan Presiden dikeluarkan.

“Perjuangan yang telah kita lakukan sejak tahun 2018 hingga 2026 tidak akan sia-sia. Insyaallah, apa yang kita perjuangkan akan dikabulkan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa perjuangan tidak akan berhenti sampai tuntutan tercapai, dan keyakinan akan kemenangan tumbuh dari semangat perjuangan yang tulus dan berkelanjutan. “Saya pastikan bahwa Perhimpunan Driver Online Indonesia akan terus aksi sampai kita menang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *