Satusuaraexpress.co | Jakarta — Perusahaan Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat terjadinya peningkatan jumlah laporan barang tertinggal selama periode Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), seiring dengan meningkatnya mobilitas penumpang yang menggunakan Kereta Cepat Whoosh.
“Selama masa libur tersebut, sebanyak 372 barang tercatat masuk ke dalam layanan lost and found, di mana 123 di antaranya telah berhasil diambil oleh pemiliknya, ” kata General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa, Kamis (1/1/2026).
Eva menjelaskan bahwa data ini menggambarkan hubungan yang berbanding lurus antara tingginya mobilitas penumpang dengan potensi terjadinya kehilangan barang, terutama pada periode libur dan jam-jam kepadatan tinggi. Barang-barang yang ditemukan tersebar baik di area stasiun maupun di dalam rangkaian kereta. Jenis barang yang paling banyak tertinggal sangat beragam, didominasi oleh botol minum, bluetooth earphone, tas, mainan, aksesoris, hingga oleh-oleh.
“Kejadian kehilangan umumnya terjadi ketika penumpang sedang turun dari kereta atau berpindah lokasi di area stasiun, ” ujarnya.
Baca juga : Genset Kantor Wali Kota Jakarta Selatan Terbakar, 28 Petugas Diterjunkan
Proses penanganan barang yang ditemukan dilakukan secara terstruktur. Setiap barang yang ditemukan oleh petugas, baik di stasiun maupun di dalam kereta, langsung diamankan dan dilaporkan kepada petugas terkait. Selanjutnya, barang tersebut didata secara lengkap dengan mencatat jenis dan ciri khas barang, lokasi serta waktu penemuan, kemudian didokumentasikan dalam sistem lost and found khusus. Setelah itu, barang disimpan di ruang penyimpanan yang telah ditentukan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.
“Secara kumulatif sepanjang tahun 2025, KCIC mencatat jumlah barang yang terdaftar di sistem lost and found mencapai 7.560 unit, dengan 3.744 barang telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya, ” jelasnya.
Untuk mendukung keamanan dan kualitas pelayanan penumpang selama periode Nataru, KCIC telah menyiagakan sebanyak 530 personel keamanan yang bertugas di seluruh stasiun dan jalur operasional Whoosh. Selain itu, sebanyak 1.846 unit CCTV juga dioperasikan secara menyeluruh, tersebar di area stasiun dan rangkaian kereta sebagai bagian dari sistem pengawasan terintegrasi yang tidak hanya mendukung keamanan tetapi juga proses penanganan laporan barang tertinggal.
Baca juga : TMR Menyiapkan Atraksi Satwa Berrupa Memberi Makan Hewan
Penumpang yang mengalami kehilangan barang dapat melakukan pelaporan melalui berbagai saluran yang disediakan. Antara lain melalui Customer Service yang ada di setiap stasiun, Contact Center KCIC dengan nomor 150909, WhatsApp pada nomor 0811-8888-111, email ke alamat [email protected], serta melalui pesan langsung ke akun Instagram resmi @keretacepat_id. Dalam setiap pelaporan, penumpang diharapkan menyertakan deskripsi barang yang hilang, waktu, dan lokasi kejadian kehilangan.
Eva menegaskan bahwa meskipun KCIC telah menyediakan layanan lost and found di setiap stasiun sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan, tanggung jawab atas keamanan barang bawaan tetap berada di tangan masing-masing penumpang.
“Petugas kami akan mengamankan dan mencatat setiap barang yang ditemukan sesuai prosedur. Namun kami terus mengingatkan agar penumpang lebih memperhatikan barang bawaannya sendiri, terutama saat turun dari kereta atau berpindah area di stasiun,” pungkasnya.













