Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Furn SP-SB Gelar Aksi Unjuk Rasa Depan Gedung KPK Jakarta Selatan

IMG 20251209 WA0005
Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia, Furn SP-SB Gelar Aksi Unjuk Rasa Depan Gedung KPK Jakarta Selatan.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Pada hari Selasa (9/12/2025), pukul 13.00 WIB hingga 16.32 WIB, telah dilaksanakan pelayanan aksi unjuk rasa oleh Forum Urun Rembug Nasional SP-SB (FURN SP-SB) di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia yang terletak di Jakarta Selatan. Jumlah massa yang menghadiri aksi tersebut berjumlah 515 orang, yang dipimpin oleh Daeng Wahidin.

Aksi ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Anti Karupsi Sedunia dan menuntut agar buruh lebih sejahtera. Selama aksi, massa menampilkan berbagai spanduk dengan tulisan-tulisan yang tegas, antara lain: “korupsi sumber dari segala sumber kemelaratan rakyat aktivis ditangkap koruptor dibiarkan dasar bego”, “indonesia ditangan jokowi gerombolan mafia”, “usut tuntas gratifikasi keluarga jokowi”, “tangkap dan adili jokowi”, “komisi pembela koruptor”, “pecat pimpinan kpk”, “kejaksaan bongkar korupsi ratusan triliyun”, “kpk ratusan juta saja bubarkan KPK jangan sabotase perintah presiden”, “basmi koruptor tangkap dan adili penjarakan dan miskinkan”, “jokowi bermasalah penjarakan jokowi”, “cabut omnibuslaw hasil kerja oligarki dan pejabat korup”, “buruh bersatu melawan korup”, serta “stop kriminalisasi peneliti dan aktivis”.

Selama aksi berlangsung, sejumlah tokoh memberikan orasi kepada massa. Di antaranya adalah M Said Didu (Mantan Sekjen Kemen BUMN), yang menyampaikan bahwa massa telah kehilangan harapan pada KPK karena dianggap sebagai alat tebang pilih dan pelindung koruptor. Ia juga menyatakan bahwa massa datang bukan untuk menghormati pejabat KPK, melainkan lembaga negara, dan meminta Presiden Prabowo Subianto segera membenahi aparat penegak hukum. Selama aksi, pihak Kepolisian juga memberikan roti dan air mineral kepada massa buruh yang berpartisipasi.

Baca juga : TNI AL Mengerahkan Kapal dan Helikopter untuk Bantuan Bencana di Aceh hingga Sumut

Selanjutnya, orasi disampaikan oleh Roy Suryo cs, yang mengingatkan Hari Anti Karupsi Sedunia dan menyatakan bahwa Indonesia belum bebas dari korupsi bahkan sampai pada ijazah. Ia juga menanyakan siapa yang lebih pantas dipenjara antara dirinya atau mereka yang memanfaatkan kekuasaan, serta meminta KPK segera menangkap Bobby Nasution beserta anak dan menantunya.

IMG 20251209 WA0004

Kemudian, Babeh Aldo memberikan orasi yang menyatakan bahwa KPK digaji rakyat untuk menangkap koruptor tetapi malah menjadi pelindung. Ia menyebutkan adanya kasus reklamasi tambang yang belum diproses meskipun sudah satu tahun lalu dan pelakunya kini menjadi Gubernur, serta mengungkapkan kemarahan karena KPK tidak berani menangkap koruptor.

Selanjutnya, Arif Minardi membaca press release tuntutan FURN SB-SP terhadap KPK dan menyampaikan bahwa lembaga tersebut telah mengirim surat kepada Presiden Prabowo Subianto dengan berbagai tuntutan, antara lain: menyatakan bahwa KKN telah merusak semua sektor dan melemahkan industri nasional; mengembalikan dan memperkuat independensi KPK dan aparat penegak hukum; membersihkan KPK dan aparat penegak hukum agar tidak terjadi jual beli kasus; membersihkan kementerian dari pungli dan suap; menetapkan status pekerja tetap dan menghapus outsourcing; mendukung reformasi Bea Cukai yang dilakukan Menteri Keuangan Purbaya; mengakhiri perselingkuhan antara pejabat, importir besar, dan pengusaha tertentu; menata kembali kebijakan impor yang berdampak pada pekerjaan buruh; menghentikan kebocoran APBN dan APBD; serta memprioritaskan anggaran untuk kesehatan dan pendidikan tanpa korupsi.

Orasi juga disampaikan oleh Daeng Wahidin (Presiden KBMi), yang menekankan bahwa aksi ini untuk memperingati Hari Anti Karupsi Sedunia karena korupsi sudah merajalela sampai ke daerah dan menjadi penyebab upah buruh kecil serta nasib yang tidak jelas. Ia menyatakan bahwa semua pimpinan dan pejabat yang melakukan korupsi harus dikejar.

Baca juga : Polres Metro Jakarta Barat dan 3 Pilar Gelar Patroli Skala Besar, Dikerahkan 105 Personel

Selanjutnya, Mirah Sumirat, SE (Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia/Aspirasi) meminta agar penegakan hukum terhadap korupsi tidak tebang pilih dan merugikan rakyat kecil, sementara koruptor melenggang bebas. Ia juga mengingatkan tentang masalah penebangan hutan yang dikorupsi di Aceh dan Sumatera, serta menyatakan bahwa Indonesia akan menjadi negara korupsi nomor dua jika pejabat korup tidak diberantas. Selama aksi, massa juga melakukan pembakaran baliho, spanduk, dan poster.

Terakhir, orasi diberikan oleh Rusdi (Presiden Aspek Indonesia), yang menyatakan bahwa aksi hari ini bukan hanya sekali saja dan kaum buruh akan serius dalam aksi. Ia menyebutkan bahwa korupsi adalah salah satu penyebab pencapaian buruh tidak tercapai, seperti ketidakmampuan pengemudi ojol mendapatkan BPJS Kesehatan, serta menyebutkan berbagai kasus korupsi seperti K3, TKA, dan kereta cepat.

Aksi unjuk rasa selesai pada pukul 16.32 WIB dan massa kemudian membubarkan diri dengan situasi yang aman dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *