Satusuaraexpress.co | Jakarta— Upaya memperkuat kesiapsiagaan kesehatan masyarakat di tingkat remaja kembali digencarkan Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading. Melalui perekrutan anggota baru Saka Bakti Husada (SBH) untuk pelajar SMA yang telah memenuhi syarat TKU Bantara, Puskesmas berkomitmen membentuk generasi muda yang mampu melakukan pertolongan pertama dan penanganan dasar kegawatdaruratan di lingkungan mereka.
Program rekrutmen ini merupakan bagian dari rangkaian pembinaan berjenjang yang diawali dengan Pradikdas pada 13–14 November di Puskesmas Kelapa Gading, dan dilanjutkan Dikdas pada 29–30 November di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto. Para peserta mendapatkan pembekalan intensif mengenai dasar-dasar kesehatan masyarakat serta kemampuan merespons kondisi darurat.
Bangun Pondasi Pelajar untuk Mengabdi di Masyarakat
Pamong SBH, Hadijah Taufik, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi pijakan awal bagi para penegak untuk berkegiatan di masyarakat sebagai relawan kesehatan muda.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi pondasi kuat bagi adik-adik penegak untuk menjalankan fungsi mereka di tengah masyarakat. Mereka bukan hanya belajar teori, tetapi juga praktik nyata bagaimana memberikan pertolongan pertama yang tepat,” ujar Hadijah.
Hadijah yang juga alumni CSK BN, bersama Octoviana dari Kwarran Kelapa Gading, mendampingi seluruh proses pembinaan dan memastikan materi yang diberikan sesuai standar pembentukan kader SBH.
Kurangi Risiko Kematian: Remaja Didorong Kuasai Bantuan Hidup Dasar

Kepala Puskesmas Kelapa Gading, dr. Ika Dewi Subandiyah, M.Epid, menegaskan bahwa pelatihan pertolongan darurat bagi remaja merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Menurutnya, banyak kasus kematian atau kecacatan terjadi karena penanganan awal yang keliru.
“Risiko kecelakaan tidak hanya terjadi di jalan raya, tetapi juga di sekolah. Sering kali kematian bisa dicegah jika pertolongan dasar diberikan dengan benar. Karena itu, pembinaan SBH menjadi sangat penting,” kata dr. Ika.
Ia menambahkan bahwa pelajar dengan keterampilan BHD dapat menjadi garda terdepan dalam kondisi gawat darurat seperti serangan jantung, patah tulang, hingga penurunan kesadaran. Selain itu, anggota SBH diharapkan berperan sebagai agen perubahan perilaku sehat di lingkungan sekolah.
Sejalan dengan Program Nasional: Bentuk Generasi Emas yang Aktif dan Peduli
Staf Puskesmas, Umaruzzaman, M.K.M, menilai tingginya minat siswa SMA dalam bidang kesehatan merupakan modal berharga untuk membentuk generasi muda yang aktif dan produktif. Menurutnya, keikutsertaan pelajar dalam SBH mendukung visi pembangunan sumber daya manusia yang dicanangkan pemerintah pusat.
> “Semangat siswa mengikuti kegiatan ini mencerminkan kesiapan mereka berkontribusi. Ini sejalan dengan program Presiden Prabowo dalam menyongsong generasi emas. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter dan menjauhkan anak-anak dari aktivitas negatif seperti bullying,” jelasnya.
Melalui pembinaan SBH, para peserta belajar kedisiplinan, kerja sama, dan kepemimpinan — nilai-nilai yang sangat penting untuk menguatkan karakter remaja masa kini.
SBH: Wadah Pembinaan Kesehatan yang Berorientasi pada Aksi
Saka Bakti Husada tidak hanya mengajarkan teori, tetapi menanamkan kebiasaan yang dapat dipraktikkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. SBH dimaknai sebagai kelompok perilaku sadar kesehatan yang dibentuk melalui proses pembelajaran, sehingga anggotanya mampu menolong diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
Sebagai satuan karya, SBH memiliki enam krida yang menjadi dasar pembinaan:
Krida Bina Lingkungan Sehat: pembinaan penyehatan lingkungan tempat tinggal dan fasilitas umum.
Krida Bina Keluarga Sehat: penguatan pengetahuan untuk menciptakan keluarga sehat.
Krida Pengendalian Penyakit: bekal untuk mencegah dan mengendalikan berbagai penyakit menular maupun tidak menular.
- Krida Bina Gizi: pemahaman gizi seimbang bagi keluarga dan masyarakat.
- Krida Bina Obat: pengetahuan mengenai jenis obat dan cara penggunaannya.
- Krida Bina PHBS: penguatan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah, rumah, dan lingkungan sosial.
Regenerasi Berkelanjutan
Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading melaksanakan rekrutmen ini secara rutin setiap tahun, memastikan regenerasi kader kesehatan muda terus berjalan. Melalui pembekalan yang terstruktur, para pelajar diharapkan hadir sebagai penggerak kesehatan dan responden awal yang kompeten dalam situasi darurat.
Program ini sekaligus menjadi langkah strategis meningkatkan literasi kesehatan, memperkuat kapasitas sekolah menghadapi kegawatdaruratan, dan membentuk generasi muda yang siap mengabdi untuk masyarakat.
[]













