Satusuaraexpress.co | Jakarta — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Fakultas Fisip Ibnu Chaldun Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan DPP PKB Jl Raden Saleh, Senen, Jakarta Pusat. Hampir terjadi gesekan antara massa aksi dengan massa Pro PKB.
Diketahui, massa aksi menuntut agar Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, melakukan evaluasi anggota kader PKB atas dugaan melakukan aksi joget pada sidang tahunan DPR RI.
Massa Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum dan Fakultas Fisip Ibnu Chaldun Jakarta tiba di Depan DPP PKB Jl Raden Saleh Senen Jakpus, pukul 14.25 WIB dan situasi aman kondusif.
Namun, pukul 14.30 WIB massa Pro PKB mencoba memprovokasi massa aksi dengan mengejar massa aksi dan ingin mengusir peserta aksi, namun berhasil di pisahkan oleh pihak kepolisian.

Massa aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum dan Fakultas Fisip Ibnu Chaldun Jakarta, menyarankan kepada Cak Imin untuk memecat atau menonaktifkan para anggota yang terlibat:
1. Anna Mu’awanah
2. Mas Aan Ubudiah
3. Chusnunia Chalim
4. Ratna Juwita Sari
5. Arzeti Bilbina
6. Nihayatul Wafiroh
7. Hindun Anisah
8. Siti Mukaromah
9. Rina Sa’adah
Selain itu, massa juga meminta Fraksi PKB wajib menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada rakyat Indonesia dan agar kejadian serupa tidak terulang. perlu disusun ulang pedoman perilaku anggota fraksi di ruang publik.
Menurut demonstran aksi joget di ruang sidang DPR merupakan contoh nyata pelanggaran etika pejabat publik yang mencederai moralitas sosial dan kepercayaan rakyat. Diperlukan sikap tegas dari pimpinan partai dan lembaga terkait untuk mengembalikan kehormatan institusi.
Etika dan empati sosial harus menjadi landasan utama dalam setiap tindakan pejabat publik, terutama di tengah situasi krisis yang sedang melanda bangsa dan negara Indonesia.













