Kisruh Demo Tolak Kenaikan Pajak, Tiga Orang Dikabarkan Tewas Salah Satunya Wartawan

IMG 20250813 WA0001
Suasana demo tolak kenaikan pajak di Pati, Jawa Timur.

Satusuaraexpress.co | PATI – Hari ini, masyarakat Pati menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati. Dibawah terik matahari, aksi demo berlangsung memanas dan memakan korban jiwa.

Dari informasi yang didapat dari Anggota DPRD Pati, Teguh Bandang menyebut pihaknya menerima laporan bahwa ada dua remaja berinisial Zahra dan Syalwa yang meninggal dunia.

“Informasi ini juga tersampaikan secara langsung melalui siaran live masyarakat. Kabar yang saya terima, mereka meninggal di RS Mitra,” ungkap Teguh di sela rapat paripurna, Rabu (13/8/2025).

Baca juga : 95 Persen Limbah Black Water Sudah Terolah

Tidak hanya dua remaja, aksi demo ini juga menewaskan seorang wartawan media Tuturpedia bernama Lilik. Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan verifikasi kebenaran data para korban.

Bentrok antara massa dan aparat juga menyebabkan korban di pihak kepolisian berjatuhan.

Kapolsek Kota, Iptu Heru Purnomo dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk di bagian kepala. Iptu Heru saat ini tengah dirawat di RSUD RAA Soewondo Pati.

Baca juga : Pemprov DKI dan Kementerian PU Teken Nota Kesepakatan Sinergi Pengelolaan Sampah

Dugaan sementara, ia menjadi korban pemukulan oleh sekelompok massa.
Informasi yang dihimpun menyebutkan belasan anggota polisi lainnya turut mengalami luka dan mendapatkan perawatan medis.

Di tengah suasana tegang, beredar kabar adanya korban jiwa dari pihak warga maupun jurnalis.

Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan rumah sakit belum memberikan konfirmasi resmi terkait jumlah dan identitas korban meninggal.

Kericuhan dipicu oleh kekecewaan mendalam terhadap Bupati Pati, Sudewo, yang dianggap bersikap arogan dalam polemik kenaikan PBB-P2 hingga 250 persen.

Meski kebijakan itu sudah dibatalkan, kemarahan massa tetap meluas, memicu bentrokan di sekitar gedung DPRD Pati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *