Berita  

Sambut HUT RI ke-80, Dompet Dhuafa Undang Para Tokoh Bangsa Obrolin Kemiskinan di Indonesia

IMG 20250813 WA0003
Sarasehan dikemas dalam format talkshow dan diskusi di Sasana Budaya Rumah Kita Dompet Dhuafa, Jaksel. Foto: Dawam

Satusuaraexpress.co | JAKARTA – Sambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dompet Dhuafa menggelar Sarasehan bersama para tokoh bangsa di Sasana Budaya Rumah Kita Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Rabu, 19 Agustus 2025.

Diskusi bertema “Merajut Kebersamaan, Mewujudkan Kemerdekaan dari Kemiskinan” ini turut mengundang Ketua Umum PBNU periode 2010-2021 KH Aqil Siradj, Wakil Sekrrtaris Dewan Pertimbangan MUI Rahmat Hidayat, Sekjen Dewan Masjid Indonesia Yudi Latif,.

Selain itu hadir juga Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI) Rahmad Hidayat, Aktivis Cendikiawan Yudi Latif, Aktivis Hukum dan Demokrasi Bambang Widjojanto, Ketua Pengurus YDDR Ahmad Juwaini, dan Inisiator & Ketua pembina YDDR, Parni Hadi.

Baca Juga: Dompet Dhuafa Gencarkan Grebek Kampung di Wilayah Terdampak Banjir

Pantauan Satusuaraexpress.co, sarasehan dikemas dalam format talkshow dan diskusi terbuka yang hangat namun berbobot, menampilkan refleksi kebangsaan. Acara ditutup dengan peluncuran buku “Catur Windu Dompet Dhuafa” dan Senyum Nabi”, serta pernyataan sikap bersama untuk “Kemerdekaan dari Kemiskinan.”

Menguatkan Semangat Gotong Royong

IMG 20250813 WA0004
Sambut HUT RI ke 80, Dompet Dhuafa Undang Para Tokoh Bangsa Obrolin Kemiskinan di Indonesia. Foto: Dawam

Indonesia merupakan negara besar dan paling dermawan di dunia versi Charities Aid Foundation (CAF), saat ini sedang menghadapi tantangan kemiskinan. Berdasarkan data BPS per Maret 2025, tercatat 23,85 juta hidup dalam kemiskinan, termasuk 2, 38 juta jiwa dalam kategori komiskanan ekstrem.

Baca juga: Refleksi Dompet Dhuafa Tahun 2023: Total Penerima Manfaat Sebanyak 2 Juta Jiwa

Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini mengatakan, bahwa acara ini bukan sekedar forum dialog, tetapi sebagai momentum untuk menyatukan langkah para tokoh bangsa, akademik, pelaku usaha, lembaga filantropi, dan masyarakat sipil.

“Kita ingin mempertegas bahwa kemerdekaan sejati adalah saat seluruh rakyat terbebas dari belenggu kemiskinan. Melalui forum ini, kami berharap lahir komiymen bersama untuk memlercepat pengentasan kemiskinan secara sistemik dan berkelanjutan dan juga peran filantropi,” ujarnya seperti dikutip Satusuaraexpress.co.

Baca juga: Data BPS Catat Angka Kemiskinan di Indonesia Turun 0,2 Juta, Metode Garis Kemiskinan Jadi Sorotan

Sebagai lembaga filantropi Islam yang telah berdiri dari Catur Wulan (32 tahun), Dompet Dhuafa memandang pentingnya sinergi lintas sektor.

Data tahun 2024 menunjukkan penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) mencapai Rp 40,509 triliun secara nesional, dengan pertumbuhan25,3 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Kami mengajak elemen bangsa untuk menjadikan filantropi bukan hanya aksi sosial, tapi juga gerakan perubahan martabat bangsa,” katanya.

Ahmad Juwaini menegaskan, lebih dari 800 ribu masjid yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Jaringan masjid yang luas merupakan aset berharga untuk menjangkau masyarakat di berbagai daerah, baik di perkotaan maupun pedesaan.

“Dengan merajut kebersamaan, masjid dapat menjadi pusat peradaban, sarana meningkatkan kompetensi umat baik hard skill maupun soft skill, swrta mereka menjadi berdaya dan terbebas dari kemiskinan,” jelas Rahmad Hidayat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *