Mulai Agustus Kota Tangsel Akan Kirim 500 Ton Sampah Per Hari ke Pandeglang

93676 pilar saga ichsan
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichan.

Satusuaraexpress.co | KOTA TANGSEL — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang resmi menandatangani perjanjian kerja sama penanganan sampah. Langkah itu diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi permasa lahan sampah di wilayah Tangsel.

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichan mengatakan, proses kerja sama tersebut telah melalui diskusi panjang antara Pemkot Tangsel dan Pemkab Pandeglang. Dari diskusi tersebut muncul sejumlah poin kesepakatan yang kemudian dituangkan dalam kontrak resmi.

’’Setelah kontrak kerja sama, nanti tindak lanjutnya menunggu penetapan anggaran perubahan dan proses lelang pengangkut sampah. Targetnya, akhir Agustus sudah mulai beroperasi, sebanyak 500 ton per hari ke TPA Bangkonol, Pandeglang,’’ kata Pilar,
Senin (27/7/2025).

Baca juga : DPRD DKI Dukung Langkah Pemprov Sediakan Ruang Publik Ramah Anak

Skema pengangkutan sendiri akan dilakukan oleh Pemkot Tangsel, dengan armada yang disediakan melalui proses lelang. Jalur pengangkutan sudah disurvei dan disepakati, yakni melalui Tol Rangkas Bitung.

“Jalurnya secara teknis sudah dituangkan di dalam perjanjian kerja sama dan itu memang sudah disurvei jalurnya yang memang benar- benar bisa dilalui. Itu kan sudah dilakukan kajian antara dua daerah,” terang Pilar.

Pilar juga menegaskan soal dampak lingkungan dari kerja sama tersebut. TPA Bangkonol di Pandeglang telah mendapatkan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup sebagai tempat pengelolaan sampah yang memenuhi standar pengolahan. Hal itu penting karena kondisi TPA Cipeucang di Tangsel saat ini sudah overload.

Baca juga : Presiden RI Lantik Dua Ribu Capaja sebagai Perwira TNI dan Polri

“Maka dari itu kita kerja sama kan operasi pengerjaan sampahnya di Pandeglang selama 4 tahun. Sambil kita menunggu proyek PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Eenergi Listrik) kami selesai yang sekarang sedang dijalankan,” ujarnya.

Saat ini volume sampah di Tangsel mencapai sekitar 1.000 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sebagian sampah sudah dikelola oleh kawasan perumahan seperti BSD, Bintaro Jaya, dan Alam Sutera yang bekerja sama dengan tempat pembuangan sampah lain.

Pilar menargetkan, setelah pembangunan PSEL rampung maka 100% sampah akan dikelola secara mandiri oleh Pemkot Tangsel. Karena proyek PSEL nanti dapat menampung hingga 1.200 ton sampah per hari.

“Jadi yang sekarang kita ambil itu non wilayah pengembangan. Misalkan perkampungan, perumahan-perumahan yang lama yang tidak terikat dengan pengembang. Lalu juga dari restoran, kafe, hotel dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *