SDN 1 Kendalrejo Hanya Terima 1 Siswa Baru Tahun Ajaran 2025/2026, Kegiatan Belajar Mengajar Tetap Berjalan

Hanya satu siswa, kegiatan belajar mengajar di SDN Kendalrejo di Trenggalek tetap berjalan.

Satusuaraexpress.co | Solo – Selain SDN Kauman 27 Solo, Jawa Tengah, SDN 1 Kendalrejo di Trenggalek juga hanya mendapat satu siswa baru di tahun ajaran 2025/2026.

Kepala Sekolah, Didin, mengatakan hal ini terjadi karena banyak siswa dari TK lebih memilih untuk melanjutkan pendidikan ke SD lain yang lebih dekat.

“Untuk tahun ini, kami hanya mendapatkan satu siswa, yang kebetulan rumahnya dekat sini. Kondisi ini terjadi karena banyak siswa dari TK lebih memilih untuk melanjutkan pendidikan ke SD lain, yang letaknya lebih dekat,” ujar Kepala sekolah Didin, Selasa (15/7/2025).

Baca juga : Komisi B DPRD DKI Dukung Penambahan Anggaran Subsidi Pangan

Meski jumlah siswa baru hanya satu, proses belajar tetap berjalan dengan normal tanpa penggabungan kelas.

Diketahui, terdapat puluhan sekolah lainnya yang hanya mendapat kurang dari 3 siswa di tahun ajaran baru 2025/2026. Ini berbanding terbalik dengan sejumlah sekolah lain yang justru mengalami situasi kelebihan (overload) siswa.

Guru Kelas 1 SDN 1 Kendalrejo Mita Purwanti mengatakan minimnya siswa bukan menjadi penghalang untuk memberikan terbaik untuk anak didiknya.

“Ini tetap pembelajaran seperti biasa. Kalau digabung tidak bisa, karena beda materi. Meskipun fasenya sama, fase A itu sama dengan antara kelas 1 dan 2, tapi ini kan peralihan dari TK ke SD,” kata Mita.

Baca juga : Kasat Narkoba Polres Nunukan Bersama Tiga Anggotanya Ditangkap Mabes Polri

Menurutnya, pada kegiatan MPLS, pihaknya akan melakukan pengenalan siswa baru terhadap lingkungan. Proses pembelajaran baru akan dilakukan secara efektif setelah MPLS selesai.

Pihaknya mengakui minimnya jumlah siswa akan berpengaruh terhadap pola pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa. Guru berusaha membuat situasi pembelajaran senyaman mungkin, sehingga anak didik kerasan di sekolah.

“Kami akan komunikasi dengan orang tua murid secara intens, sehingga pembelajaran bisa dilakukan lebih maksimal. Mendidik anak ini bukan hanya tugas guru, tapi juga membutuhkan peran dari orang tua,” jelasnya.

Pihaknya bersyukur Rohmat Widianto cukup percaya diri, sehingga tidak mengalami kendala saat awal masuk sekolah.

“Alhamdulillah anaknya tidak ada rasa takut, malu juga tidak. Biasanya kalau masuk pertama masih ditunggu, tapi ini tadi sudah sendiri,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *