KH Bunyamin Muhammad Wafat, Dunia Islam Kehilangan Ulama Kharismatik Betawi

Screenshot 2025 06 12 19 49 46 13 7352322957d4404136654ef4adb64504
(kiri) KH Bunyamin Muhammad bersama Itu cicit Syek Abdul Qodir al Jaelani Syek Ibrahmim.

Satusuaraexpres.co | Jakarta — Dunia Islam Indonesia berduka atas wafatnya ulama kharismatik asal Betawi, KH Bunyamin Muhammad, pada Kamis (12/6/2025). Sosok yang dikenal sebagai guru umat dan pewaris ilmu para nabi ini wafat dalam usia sepuh, meninggalkan warisan dakwah dan keteladanan yang mendalam di hati masyarakat dan para santri.

KH Bunyamin, yang akrab disapa Mu’allim Bunyamin, dikenal luas sebagai ulama yang istiqamah dalam menyebarkan ajaran Islam melalui ilmu, adab, dan keteladanan. Beliau wafat di Jakarta dan kabar duka ini diumumkan oleh pihak Ma’had Aly Zawiyah Jakarta melalui kanal resmi mereka.

Latar Belakang Ilmiah

Mu’allim Bunyamin lahir dan besar di kawasan Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Sejak muda, ia dikenal sebagai pribadi yang mencintai ilmu dan tekun menuntut serta mengajarkan syariat Islam. Beliau merupakan murid dari ulama besar Betawi, Mu’allim Syafi’i Hadzami — tokoh yang sangat dihormati dalam bidang tafsir dan fikih.

Di bawah bimbingan para gurunya, KH Bunyamin mendalami berbagai cabang ilmu keislaman seperti fikih, tasawuf, dan ilmu alat. Ia tidak hanya memahami, tetapi juga mengamalkan dan menyebarkan ilmu tersebut secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Kiprah Dakwah dan Pendidikan

Sebagai tokoh agama, KH Bunyamin aktif membina umat melalui berbagai kegiatan keislaman. Ia membina majelis taklim, mengisi pengajian rutin, dan membimbing santri di lembaga pendidikan seperti Pesantren Darul Mushtofa dan Ma’had Zawiyah Jakarta.

Dalam dakwahnya, beliau menekankan pentingnya akhlak, adab, dan keikhlasan dalam menuntut ilmu. Setiap tausiyahnya dikenal sarat hikmah, lembut namun tegas, serta mampu menjangkau semua lapisan masyarakat. Karena itulah, beliau menjadi panutan di Jakarta dan sekitarnya.

Ucapan Duka dan Doa

Wafatnya KH Bunyamin Muhammad disambut duka mendalam dari berbagai kalangan. Ucapan belasungkawa mengalir dari ulama, habaib, tokoh masyarakat, hingga para santri dan jamaah yang pernah merasakan sentuhan dakwahnya.

Para murid menyebut kepergian beliau sebagai “hilangnya lentera ilmu di tengah umat”, mengutip sabda Nabi Muhammad ﷺ:

> “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus, tetapi mencabutnya dengan mewafatkan para ulama.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

 

Warisan Keteladanan

KH Bunyamin meninggalkan warisan tak ternilai: generasi santri yang berilmu dan beradab, majelis ilmu yang terus berkembang, serta semangat dakwah yang membumi. Gaya hidupnya yang sederhana, rendah hati, dan penuh kasih dalam membina umat menjadikan beliau sebagai figur yang dirindukan banyak kalangan.

Wafatnya KH Bunyamin Muhammad menjadi pengingat bahwa ulama adalah penjaga agama, penuntun umat, dan cahaya dalam kegelapan zaman.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Semoga Allah ﷻ menerima segala amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *