Baca juga : Presiden Prabowo Tunjuk Letjen Djaka Budi Utama Jadi Dirjen Bea Cukai
Menurut Taruna, uji klinis di Indonesia juga perlu disinkronisasi dengan hasil uji di negara-negara lain. Selain Indonesia, kata dia, ada 18 ribu orang di negara-negara lainnya yang juga ikut serta pengujian tersebut.
Taruna berjanji BPOM akan mengawasi uji klinis vaksin M72 di Indonesia, termasuk menyeleksi sukarelawan yang akan ikut serta agar proses tersebut aman. “Bukan hanya pada saat memberikan izin persetujuan uji klinis,” ucap Taruna.
Dia mengatakan tidak ingin rakyat Indonesia hanya menjadi medium untuk uji coba vaksin. “Harus dipastikan aman bagi mereka dan kami dari BPOM akan menjalankan tugas itu,” kata Taruna.
Baca juga : Tragis, Pamit Mencari Durian Kakak Beradik Ditemukan Tewas Berpelukan Di Perkebunan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali menjelaskan pertimbangan pemerintah sehingga menyetujui vaksin TBC yang didanai oleh yayasan milik konglomerat Bill Gates diuji klinik di Indonesia.
Ia menuturkan beberapa pertimbangan tersebut, di antaranya karena Indonesia termasuk negara dengan jumlah penderita TBC terbanyak kedua di dunia.
Jumlah penderita TBC di Indonesia saat ini sebanyak 1,06 juta orang. Indonesia hanya kalah dari India yang berada di urutan pertama.













