Pertimbangan lain, kata Budi, Indonesia mengikuti uji klinik vaksin Bill Gates untuk mengetahui terlebih dahulu kecocokannya dengan masyarakat Indonesia. Sebab keampuhan vaksin biasanya bergantung juga dengan genetik masyarakat sebagai penerima vaksin.
Di samping itu, Indonesia bisa mendapatkan akses teknologi ketika ikut terlibat dalam uji klinik vaksin TBC tersebut. Sejumlah ilmuwan Indonesia yang berasal dari Universitas Padjadjaran dan Universitas Indonesia ikut bergabung dalam uji klinik ini.
Terakhir, kata dia, Indonesia dapat menjadi tempat produksi setelah vaksin tersebut resmi diproduksi secara massal dan digunakan. “Itu kenapa kami melobi untuk memastikan Indonesia masuk menjadi clinical trial,” kata Budi.













