Satusuaraexpress.co | Jakarta – Viral di media sosial setelah tertangkap kamera pesawat drone melakukan pembukaan lahan secara berkala besar di lereng Gunung Tangkuban Parahu. Usut punya usut, penampakan itu merupakan proyek wisata Eiger Camp.
Foto tersebut menampilkan kegiatan menarik serta pengurugan (cut and fill) untuk pembuatan jalan serta bangunan-bangunan. Diperkirakan luas lahannya mencapai 5 hektar lebih. Foto itu menampilkan perusakan area hutan dan tanaman yang ditandai dengan tangkapan kamera berisi kondisi kontras lokasi proyek di area rimbun vegetasi hutan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bandung Barat, Tony Prihantoro mengatakan belum bisa memastikan kelengkapan izin proyek tempat wisata tersebut karena perlunya waktu. “Kita cek dulu, ini masih menunggu info dari staf karena sudah masuk cuti bersama. Paling nanti setelah Lebaran,” terang Tony.
Baca juga : Jelang Akhir Bulan Ramadhan Forkabi Gelar Buka Puasa Bersama Dihadiri Gubernur DKI serta Ribuan Anggota
Sementara itu, Jemy Septendi selaku Penyusun Dokumen Amdal Eiger Camp dari PT Mitra Reka Buana mengeklaim telah mengantongi izin secara lengkap. Perjanjian Satpol PP sifatnya hanya sementara karena miskomunikasi soal barcode dalam dokumen PBG saja.

“Dokumen dan perizinan lengkap, termasuk dokumen AMDAL dan Analisis Dampak Lingkungan. Koefisien dasar bangunan juga hanya 2% dari izin yang diberikan. Terkait perjanjian itu hanya mis komunikasi saja, itu cuma perjanjian sementara karena barcode PBG, tapi sekarang barcode sudah kita share,” jelasnya.
Sementara, PPNS Satpol PP Jawa Barat, Supriyono menyebut dokumen perizinan proyek pembangunan wisata Eiger Camp serta penginapan Bobocabin di Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan diinvestigasi keabsahannya guna memastikan bahwa pembangunan telah memenuhi kaidah-kaidah lingkungan di Kawasan Bandung Utara (KBU).
Baca juga : Sialnya Jambret Amatir, Berharap Dapat Uang Banyak Buat Bayar Utang Eh Isinya Hanya Rp 30 Ribu
Petugas Satpol PP Jawa Barat telah menghentikan sementara kegiatan proyek wisata mulai hari ini karena diduga ilegal karena berada di wilayah resapan air. Penghentian aktivitas ini instruksi langsung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi karena diduga menyalahi tata ruang.
“Kegiatan ini sangat membahayakan bagi masyarakat di bawah karena area ini tak lagi jadi area resapan. Oleh karena itu kami akan laksanakan penutupan kegiatan sementara yang ditandai dengan pemasang garis kuning barisan Satpol PP,” tutupnya.













