Hari Ini Jumlah Penduduk Dunia Tembus 8 Miliar

Populasi Dunia

Jakarta, Satusuaraexpress.co – Kemarin, Selasa (15/11) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyebut populasi (jumlah penduduk) dunia mencapai 8 miliar orang. Angka itu naik satu miliar dibandingkan pada 2011 yang tercatat tembus 7 miliar penduduk di dunia. Seperti dilansir CNN Indonesia.

Sekarang ini, pasangan di China semakin enggan memiliki anak lebih satu. Para anak muda China bahkan tidak mau menikah apalagi memiliki anak. Mereka beralasan, karena biaya pengasuhan anak sangat tinggi.

Sementara itu, para ahli demografi menilai penderitaan selama pandemi Covid-19 dan aturan ketat juga berdampak besar pada keinginan banyak penduduk China untuk memiliki anak.

Dari Reuters, PBB memperkirakan populasi China bakal mulai menyusut mulai tahun depan. Di saat yang bersamaan, India berkemungkinan besar akan menjadi negara dengan populasi terbanyak di dunia.

Diketahui, pada 2021, tingkat kesuburan China sebesar 1,16 atau berada di bawah standar Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), yakni 2,1 untuk populasi yang stabil dan termasuk yang terendah di dunia.

Seorang ahli demografi mengatakan kelahiran baru di China akan jatuh ke rekor terendah tahun ini. Kelahiran baru dikatakan turun di bawah 10 juta dari 10,6 juta tahun lalu.

Padahal sejak tahun lalu, Beijing mulai mengizinkan pasangan untuk memiliki anak hingga tiga orang. Selain itu, pemerintah mengatakan tengah bekerja untuk mencapai tingkat kelahiran yang tepat.

Sebelumnya diberitakan, tingkat kelahiran di China kian merosot selama pandemi Covid-19. Fakta itu diduga karena peraturan ketat lockdown. ‘Resesi seks’ yang sudah melanda China sejak beberapa tahun menjadi makin parah.

Sementara itu Komisi Kesehatan Nasional (NHC) China mengonfirmasi Covid-19 berkontribusi terhadap angka pernikahan dan kelahiran di Negeri Tirai Bambu yang menurun.

“Virus corona juga memiliki dampak yang jelas terhadap pengaturan pernikahan dan kelahiran sejumlah penduduk,” demikian pernyataan NHC kepada Reuters pada bulan Agustus 2022.

Menurut NHC mencatat banyak perempuan terus menunda rencana menikah atau memiliki anak. Sebab, perkembangan ekonomi dan sosial menyebabkan perubahan besar di sekitarnya.

Bahkan mereka menilai kalangan muda yang pindah ke daerah perkotaan lebih banyak menghabiskan waktu untuk pendidikan dan pekerjaan yang penuh tekanan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *