Rektor Undip Sebut Tak Ada Satu Negara yang Berhasil Atasi Radikalisme

IMG 20210413 214716
ANTARA/I.C. Senjaya

Semarang, Satusuaraexpress.co – Seminar Nasional “Solusi Gerakan Mahasiswa Melawan Ekstrikisme di Dalam Kampus” digelar GMNI Kota Semarang di Rektorat Undip Semarang, Senin, (12/4/2021) kemarin.

Sebagai pembicara Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Yos Johan Utama menyoalkan pemimpin perguruan tinggi yang ingin cari aman dan menganggap semua baik-baik saja bisa menyebabkan radikalisme berkembang di lingkungan kampus.

“Ada yang ingin tampil flamboyan, ingin tampil sebagai pribadi yang bisa diterima semua pihak,” katanya, melansir ANTARA.

Rektor Undip berpendapat bahwa radikalisme pandai berkamuflase dan menghalalkan segala cara.

Banyak hak yang dimanfaatkan hingga menyebabkan radikalisme bisa masuk ke lingkungan kampus.

“Kebebasan akdemik kadang disalahgunakan. Mahasiswa yang kumpul-kumpul tanpa pembimbing itu bahaya sekali,” katanya.

Yos sendiri sepakat dengan Presiden Joko Widodo bahwa radikalisme harus “digebuk” (dipukul).

“Tidak ada satu negara pun yang berhasil mengatasi radikalisme dengan cara halus. Hanya negara yang menggunakan pendekatan kekerasan dan kekuatan yang berhasil mengatasi radikalisme,” katanya.

Rektor menegaskan bahwa radikalisme harus menjadi musuh bersama warga kampus.

Ia menuturkan jangan sampai silent majority bingung dengan upaya mengatasi radikalisme yang menggunakan cara-cara halus. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *