Pihak Keluarga Minta Darmi Dipulangkan Ke Indonesia

Darmi Binti Jaisin
Darmi seorang TKI di Arab Saudi (Foto: istimewa)

Satusuaraexpress.co – Mengais rejeki di negeri orang tidak selamanya enak bahkan malah menyedihkan. Hal ini yang dialami oleh Darmi (48) seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kampung Kemiri Tegal RT. 002 RW. 001 Desa Kemiri Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang diberangkatkan secara nonprosedural oleh salah satu sponsor bernama Ersih.

Darmi diberangkatkan ke kawasan Timur Tengah melalui jalur ilegal, bahkan kesedihan yang saat ini dialaminya. Karena sedang dalam masalah di Arab Saudi.

Menurut Niin suami Darmi, bahwa istrinya sedang mengalami masalah dan kekerasan oleh majikannya. “Istri saya sekarang mengalami masalah serta mengalami kekerasan yang dilakukan oleh majikan, serta gaji selama 3 bulan tidak dibayar,” ujar Niin.

Lebih lanjut Niin menjelaskan, Darmi berada di Riyadh sudah hampir 2 (dua)  tahun 5 (lima) bulan, yang seharusnya masa kontraknya itu 2 tahun. Namun Darmi malah dibawa ke kantor, katanya.

“HP yang Darmi bawa disita, sehingga los komunikasi dengan keluarga,” papar Niin. Pihaknya meminta agar Darmi dipulangkan ke Indonesia. “Dan kini kami selaku keluarga meminta kepada pihak sponsor agar Istri saya dipulangkan ke Indonesia,” pinta Niin.

Sementara itu, Dedi salah satu anak pasangan Niin dan Darmi mendatangi kantor hukum Law Firm TSA & Partners Advocates And Legal Consultans di Ruko Graha Lima Lima, Jalan Penyelesaian Tomang IV, Kavling DKI Blok 55, No. 1E, Meruya Utara Kembangan Jakarta Barat 11620 untuk meminta bantuan ibunya yang kini sedang ada masalah di Riyadh, Arab Saudi.

Menurut Dedi, saat terakhir komunikasi, ibunya, Darmi suruh meminta uang sebesar Rp. 8.500.000,- (Delapan Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) untuk ditransfer ke kantor di Riyadh. “Dengan alasan pihak orang kantor meminta uang agar ibu Darmi bisa diproses dan dipulangkan,” ujar Dedi.

Tuti Susilawati, SH. MH, selaku kuasa hukum dari pihak keluarga Darmi mengatakan, jadi dari hasil rekaman Video Call antara Dedi dengan ibunya Darmi, diduga adanya dugaan intimidasi dari oknum KBRI Riyadh. Karena sang ibu (Darmi) menyuruh anaknya (Dedi) kirim uang kepada pihak kantor di Riyad.

Menurut Tuti, tidak menjamin ibu Darmi bisa pulang ke Indonesia. “Yang dikhawatirkan uang dikirim tapi malah nggak jelas. Justru, adanya dugaan intimidasi atau tekanan dari pihak kantor KBRI di sana,” ujarnya.

Tuti menjelaskan, pihak sponsor menjanjikan bertanggung jawab. Tapi sampai dengan saat ini justru Darmi belum juga dipulangkan. “Sudah ada komunikasi dengan sponsor. Dia menjanjikan bertanggung jawab tapi sampai dengan saat ini justru Bu Darmi belum dipulangkan juga,” kata Tuti.

Padahal menurut Tuti, dari pihak sponsor sudah mengirimkan uang sebesar Rp 10 Juta kepada pihak kantor KBRI Riyadh untuk pemulangan Darmi. Dan KBRI Riyadh menjanjikan nanti akan memulangkan Darmi. Hingga saat ini sudah sekitar satu bulan sejak uang itu ditransfer, Darmi belum dipulangkan.

Sementara hingga berita ini diturunkan, kami belum bisa menghubungi Kantor KBRI Riyadh terkendala jaringan telekomunikasi untuk meminta klarifikasi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *