Dolar AS di Posisi Terendah Satu Minggu Pasca Lemahnya Data Inflasi

IMG 20210312 062806

Satusuaraexpress.co – Dolar berada di dekat posisi terendah satu minggu pada hari Kamis pasca data yang lemah pada harga konsumen AS dan penurunan imbal hasil Treasury menyebabkan beberapa investor memangkasspekulasi pada percepatan inflasi yang cepat.

Euro menjadi fokus menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa sore hari nanti di mana para pembuat kebijakan diharapkan untuk mengirim pesan bahwa mereka akan mencegah kenaikan lebih lanjut pada imbal hasil obligasi dan kerusakan prospek ekonomi blok tersebut.

Indeks dolar terhadap enam mata uang utama datar di 91,79 setelah menyentuh terendahnya satu minggu di 91,75 sebelumnya di Asia karena data menunjukkan pertumbuhan harga konsumen utama AS sedikit melemah pada Februari.

Terhadap euro, dolar berada pada $ 1,1932 per dolar, mengalami penurunan 0,2% dari sesi sebelumnya, sementara versus franc Swiss, greenback dibeli di 0,9299 franc.

Dolar dan imbal hasil Treasury AS terus meningkat karena ekspektasi bahwa kebijakan moneter yang longgar dari The Fed dan stimulus fiskal akan memicu inflasi. Hasil dari imbal hasil Treasury 10-tahun berada di 1,528% pada hari Kamis setelah menyentuh tertingginya satu tahun di 1,626% minggu lalu.

Secara keseluruhan, analis mengatakan sentimen untuk dolar tetap cukup positif karena ekonomi AS pulih dari pandemi Covid-19 dan ketika RUU stimulus Presiden Joe Biden sebesar $ 1,9 triliun memenangkan persetujuan akhir di Kongres.

Pound Inggris dibeli di $ 1,3935 setelah naik 0,3% pada hari Rabu.

Yen adalah satu-satunya mata uang utama yang turun terhadap dolar, jatuh sekitar 0,2% menjadi 108,55 yen.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *