Satusuaraexpress.co – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) akan menutup akses seluruh kawasan tempat wisata mulai 14 Maret pukul 00.00 WIB hingga Senin, 15 Maret 2021 pukul 06.00 WIB. Penutupan kegiatan wisata di Gunung Bromo ini dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi 1943 Saka.
Plt Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) Agus Budi Santosa, mengatakan penutupan akses wisata didasari pada surat permohonan dari Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Probolinggo nomor 27/P/PHDI-KAB/II/2021.
Penutupan Jalur di Sekitar Kawasan Bromo
Seperti dilaporkan Antara, Agus menuturkan bahwa penutupan kawasan wisata Bromo akan dilakukan dari jalur arah Probolinggo, tepatnya pada Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura. Sementara itu, untuk arah Pasuruan, akses akan yang ditutup adalah dari Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari.
Sedangkan, untuk dari arah Malang dan Lumajang, akan ditutup di Jemplang, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Pada masa pandemi COVID-19 ini, kawasan Bromo telah dibuka untuk wisatawan mulai 28 Agustus 2020 dengan melakukan pembatasan jumlah pengunjung, serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Kawasan Bromo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Jawa Timur. Sepanjang 2019, jumlah kunjungan wisatawan baik dalam maupun luar negeri ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tercatat mencapai 690.831 wisatawan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 669. 422 orang merupakan wisatawan dalam negeri, sementara 21.409 lainnya merupakan wisatawan mancanegara.’
Di sisi lain, Hari Raya Nyepi merupakan perayaan menyambut Tahun Baru Saka. Rangkaian Hari Raya Nyepi mulai dari Melasti, Tawur Kesangan, Nyepi, dan Ngembak Geni.
Selama Nyepi, umat Hindu akan menjalankan Catur Brata Penyepian yakni Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Karya (menghentikan kerja), Amati Lelanguan (berpantang menghibur diri), dan Amati Lelungaan (tidak bepergian). (*)













