Satusuaraexpress.co | Bogor — Suasana penuh nuansa sejarah dan kekayaan budaya menyelimuti Pasar Gembrong, Kelurahan Sukasari, Kota Bogor. Di tengah keramaian pasar yang biasanya menjadi pusat aktivitas jual beli warga, tersaji sebuah pameran istimewa bertajuk Pesona Pusaka Nusantara, yang digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Golok Road to UNESCO.
Mengusung tema “Lestarikan Pusaka, Jaga Budaya, Satukan Rasa”, kawasan pasar berubah wajah menjadi ruang pamer yang memukau. Berderet rapi di sepanjang lokasi kegiatan, beragam benda pusaka peninggalan masa lalu terpajang dengan indah. Pengunjung dapat melihat keagungan golok, pedang, dan parang yang memiliki nilai sejarah tinggi, lengkap dengan ukiran dan bentuk khas yang menjadi ciri khas keahlian tangan pengrajin tempo dulu.
Tak hanya senjata tradisional, pameran ini juga menghadirkan beragam alat dan benda kuno lainnya, yang masing-masing menyimpan cerita dan fungsi tersendiri dalam kehidupan masyarakat masa lampau, datang dari berbagai penjuru wilayah di Indonesia.
Momen pelaksanaan kegiatan ini pun dipilih dengan sangat tepat, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Bogor (HJB). Hal ini menjadikan acara tersebut bukan sekadar pameran biasa, melainkan wadah untuk semakin menguatkan pemahaman dan literasi masyarakat mengenai golok senjata sekaligus identitas budaya yang kini sedang diperjuangkan untuk diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO.
Baca juga : Koperasi, Pondasi Utama Kemajuan Ekonomi Kerakyatan Kota Bogor
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengungkapkan rasa bangganya atas terselenggaranya kegiatan yang penuh makna ini. “Melalui Pesona Pusaka Nusantara ini, kita diajak untuk merefleksikan diri, sekaligus melihat kembali bahwa ternyata kekayaan bangsa Indonesia ini luar biasa,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Ia menekankan bahwa setiap benda yang dipamerkan adalah bukti nyata hasil karya murni anak bangsa, sebuah warisan berharga yang wajib dijaga, dirawat, dan terus dilestarikan agar tidak hilang ditelan zaman. Selain menjadi ruang apresiasi budaya, pameran di Pasar Gembrong ini juga memiliki tujuan lain yang tak kalah penting: menghidupkan dan meramaikan kembali kawasan pasar tersebut dengan nuansa yang berbeda.
Dedie berharap, ke depannya nama Pasar Gembrong tidak hanya dikenal sebatas tempat transaksi jual beli kebutuhan sehari-hari, baik itu pasar basah maupun pasar kering. Lebih dari itu, ia ingin pasar ini berkembang menjadi ruang publik yang hidup, yang rutin menjadi tuan rumah berbagai kegiatan seni dan kebudayaan.
“Kita berharap ke depannya pasar ini bukan hanya dikenal sebagai pasar basah atau pasar kering saja, tetapi juga bisa menjadi tempat pelaksanaan berbagai kegiatan kebudayaan. Kegiatan-kegiatan seperti inilah yang nantinya dapat menggerakkan perekonomian masyarakat,” ungkap Dedie.
Baca juga : Pemkot Bogor Genjot Normalisasi Drainase Atasi Banjir Pascahujan Deras
Di sela-sela acara, Wali Kota Bogor tampak berkeliling meninjau setiap sudut pameran. Ia menyimak penjelasan mengenai sejarah dan asal-usul benda-benda pusaka yang dipajang, dengan rasa penasaran dan kekaguman yang tampak jelas.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian benda bersejarah, Dedie pun ikut berpartisipasi secara aktif dengan membeli sejumlah koleksi benda kuno. Di antaranya adalah uang kuno, koin-koin bersejarah, serta perangko yang berasal dari era tahun 1940-an hingga 1950-an benda-benda kecil yang menyimpan jejak panjang perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Pameran Pesona Pusaka Nusantara di Pasar Gembrong ini pun menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, menyatukan rasa dan identitas, sekaligus mengukuhkan langkah menuju pengakuan dunia atas kekayaan budaya Indonesia.













