PPKM Belum Optimal, Pemerintah Diminta Serius Menegakan PPKM Di Beberapa Wilayah

ppkm diperpanjang mendagri tito karnavian terbitkan instruksi baru untuk daerah yey

Satusuaraexpress.co –  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali pada 11 hingga 25 Januari 2021 yang diterapkan di Ibukota 7 provinsi , di kabupaten/ kota di sekitar atau yang berbatasan Ibukota provinsi/yang berisiko tinggi, atau kabupaten/ kota lain ternyata belum mampu menekan penularan virus corona.

Update virus corona terbaru  menunjukkan terdapat lebih dari 500.000 kasus COVID-19 terkonfirmasi baru per 27 Januari 2021. Ketika sebagian besar negara berhasil mengendalikan pandemi COVID-19, Indonesia justru mencetak lebih banyak pasien virus corona dibandingkan sebelumnya.
Selama beberapa bulan terakhir  Indonesia selalu pada posisi diperingkat 20 besar untuk penambahan kasus virus corona. Namun, kini Indonesia masuk 10 besar dunia, bahkan melewati India.

Berdasarkan data yang diunggah dari laman Worldometer pada hari ini telah mencapai 100.813.207 jiwa. Angka ini didapat setelah mengalami penambahan pasien terkonfirmasi baru sebanyak 528.285 orang dalam 24 jam terakhir. Untuk kasus kematian bertambah sebanyak 15.865 kasus, sehingga akumulasi pasien meninggal dunia akibat COVID-19 mencapai 2.165.146 orang. 72.825.270  pasien diantaranya dinyatakan sembuh dan menyisakan 25.872.792 kasus aktif dalam perawatan di rumah sakit atau menjalani isolasi mandiri.

Dari data tersebut, tampak banyak negara Eropa yang mengalami penurunan drastis dalam penambahan pasien COVID-19 hariannya. Negara- negara Eropa berhasil menurunkan penambahan kasus baru COVID-19 usai melakukan lockdown ketat untuk kesekian kalinya. Indonesia yang menolak melakukan lockdown kini kewalahan menghadapi lonjakkan pasien COVID-19 di saat negara lain bisa bernafas sedikit lega.

Terdapat 19 negara dengan total kasus lebih dari 1 juta orang. Indonesia menjadi negara terakhir yang baru-baru ini menembus 1 juta kasus COVID-19, tepatnya 1.024.298 . Selain Indonesia , terdapat dua negara Asia lain yang telah menembus lebih dari 1 juta kasus ,  yakni Turki ( 2.442.350 ) dan Iran ( 1.385.706 ) orang. Mirisnya, lonjakan kasus corona di Indonesia betiringan dengab menurunnys kepatuhan masyarakat untuk menetapkan protokol kesehatan, seoetti memakai masket, menghibdari kerumunanbdan menjaga jarak, serta mencuci tabgab debgan sabun. Menurut Wiku Adisamito persentase keoatuhah memakai madket menurun 28 persen dan keoatuhab menjaga jarak dan menghindari ketumunan menurunn20, 6 persen .

Sebagai bagian dari upaya menekan penularan COVID-19, pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 8 Februari 2021 di sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Bali. Dibutuhkan target dan langkah operasional yang detail dari tiap daerah yang menggelar PPKM agar kebijakan itu dapat membantu menurunkan kasus aktif hingga maksimal 50 persen.

Sejak awal Januari ini, penambahan kasus baru terkonfirmasi beberapa kali mencapai rekor baru. Itu berarti banyak kasus tidak terdeteksi sehingga penularan meluas,” kata Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Ede Surya Darmaean di Jakarta .

Pada Selasa (26/1) ada penambahan 13.094 kasus sehingga total ada 1.012.350 kasus COVID-19 di Indonesia. Korban jiwa bertambah 336 orang sehingga rotal menjadi 28.468 orang  meninggal. Penambahan kasus yang  meninggal dalam sehari merupakan rekor tertinggi kedua sejak Maret 2020. Dengan jumlah kasus ini, Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mencapai kasus sejuta COVID-19.

Menurut data WHO, penambahan korban jiwa di Indonesia sepekan terakhir ini merupakan yang tertinggi di Asia dan nomor 12 di dunia. Menurut Ede, kondisi penularan di Indonesia bisa lebih buruk dari data resmi yang ada. “Jumlah kasus di Indonesia sebenarnya jauh lebih besar dari 1 juta karena jumlah orang yang dites amat kurang,” kata epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesis, Iwan Ariawan.

Di luar kasus terkonfirmasi banyak orang tertular dan terus menularkan. ” Kita belum mencapai puncak. Saya khawatir situasi ini bukan yang terburuk,” ujarnya. Epidemiolog Indonesia di Griffith University, Dicky Budiman, memperkirakan, jumlah kasus di Indonesia tiga kali lipat dari yang ditemukan.

Kecenderungan meningkatnya jumlah kematian dalam sehari menunjukkan fasilitas kesehatan menuju kolaps.
Situasi ini bakal lebih buruk jika kasus membesar. Mengacu pada pemodelan oleh Centre for Global Infectious Disease Analysis Imperial College London, penambahan kasus COVID-19 di Indonesis saat ini 257.748 kasus per hari.
Menurut Dicky, pemodelan itu menghitung berbagai faktor antara lain kecenderungan kematian dan _test positivity rate_ (rasio tes positif). Rasio tes positif 28,3 persen sepekan terakhir menunjukkan penularan amat masif.

Langkah nyata pemerintah
Selasa (26/1), Presiden Joko Widodo memimpin rapat membahas penanggulangan COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam rapat tertutup itu dihadiri antara lain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno  dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Dengan angka menembus 1 juta kasus COVID-19 dan tidak sedikit dari tenaga kesehatan dan pasien yang meninggal, maka upaya menekan laju penularan harus dilakukan agar fasilitas kesehatan tidak terlampau terbebani. Untuk itu harus dilakikan bersama- sama disiplin menjalankan protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak secara ketat dan disiplin. Melakukan pengetesan, pelacakan dan pengobatan bagi yang terinfeksi COVID-19. Tanggung jawab  Kementerian Kesehatan untuk memastikan program testing bagi rakyat yang diduga terkena agar kita mengidentifikasi dan mengurangi laju penularan, juga tracing pelacakan kontak erat dari yang positif, dan menyiapkan tempat pengobatan/ isolasi agar mereka bisa sembuh tanpa menulari orang lain.

Sesuai standar WHO dari satu kasus positif harus dilacak 30 kontak erat. Sebagai bagian upaya menekan penularan COVID-19, pemerintah telah melakukan intetvensi memperpanjang PPKM hingga 8 Februari 2021.

Daerah yang menerapkan PPKM dan PSBB antara lain dipesisir utara Jawa Tengah,Jawa Timur , Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Barat dan Bali. Implementadi PPKM harus lebih tegas, Koordinasi pemerintah pusat dan daerah perlu diperkuat. Pengetatan pemeriksaan di semua kabupaten atau kita yang menjalankan PPKM pun perlu diwujutkan,” kata Ede. Jika perlu , ada pelarangan. Tidak ada pilihan lain agar karantina kesehatan terimplementasi. Karena dampaknya buruk jika dibiarkan berkepanjangan,” katanya.

Bersamaan dengan pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga kesehatan dan pengetatan pelaksanaan PPKM dan PSBB diharapkan bisa menahan laju penularan COVID-19.

Jakarta 27 Januari 2021.
Dr. Mulyadi Tedjapranata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *