“Untuk relawan belum ada bantuan seperti yang dulu. Belum ada informasi untuk itu. Tapi kita berharap ada tambahan relawan untuk membantu seperti sebelumnya. Saat ini kami memiliki 300-400 nakes dan TT (Tempat tidur) lebih dari 50,” jelasnya.
Sementara RS Husada Utama (RSHU) Surabaya juga kekurangan nakes karena pasien COVID-19 terus berdatangan. Dirut RSHU dr Didi D Dewanto SpOG mengatakan, pihaknya juga telah membuka rekrutmen nakes.
“Kita sambil jalan ada rekrutmen nakes, tapi memang tidak mudah mencari nakes yang sesuai. Saat ini kita sedang berusaha untuk menambah kapasitas nakes,” kata Didi.
Dari rekruitmen yang dilakukan, baru ada 10 orang nakes diterima per tanggal 23 Desember 2020. Menurutnya, kendala dalam mencari nakes ini adalah kemampuan dan keinginan dalam merawat penderita COVID-19. Sebab resikonya sangat tinggi.
Ketika ditanya apakah pihaknya memperoleh bantuan nakes dari pemerintah, Didi mengaku sampai saat ini masih melakukan rekruitmen dengan cara mandiri.
“Belum ada bantuan nakes dari pemerintah, kita mandiri. Tampaknya nanti Pemkot akan koordinasi dengan IDI untuk masalah nakes ini, tapi saya belum tahu. Kami pada dasarnya siap bila ada bantuan nakes,” jelasnya.
Sedangkan RS Royal Surabaya pun juga membuka rekrutmen nakes untuk mengatasi pasien COVID-19. Namun Jubir COVID-19 RS Royal dr Dewa Nyoman Sutanaya tidak menyebutkan jumlah pastinya.
“Mepet jumlah nakes kami. Iya ada beberapa rekrutmen (nakes) baru,” tutupnya. (*)











