Penumpang Kereta
Sementara untuk transportasi darat, PT Kereta Api Indonesia atau KAI mencatat total jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi tersebut mencapai 195.300 orang.
Untuk penumpang kereta, rapid test antigen yang dilakukan di stasiun harganya dipatok Rp 105.000. Jika dikalikan dengan seluruh jumlah penumpang, maka dana yang diperoleh dari test antigen mencapai Rp 20,5 miliar.
Kendaraan yang Melintasi Tol
Rapid Test Antigen juga diwajibkan bagi mereka yang mudik atau berlibur dengan menggunakan kendaraan pribadi. Bahkan di kawasan Puncak, pemerintah daerah akan mendatangi seluruh hotel untuk memeriksa dokumen bebas Covid-19 para pelancong.
Ambil saja data kendaraan yang melintas ke luar Jakarta yang dirilis PT Jasa Marga (Persero), yakni sebanyak 356 ribu mobil dengan perkiraan 70.555 kendaraan yang menuju puncak dan Pelabuhan Ratu.
Jika setiap mobil diasumsikan terdapat 2 orang penumpang dengan tarif sebesar Rp 200 ribu sekali tes, maka senilai Rp 142,4 miliar merupakan hasil penjualan tes antigen selama periode liburan natal dan tahun baru.
Harga Rapid Test Antigen yang Dijual di Toko Online
Jika biaya Rapid Test Antigen di fasilitas kesehatan atau di bandara serta stasiun kereta api dipatok antara Rp 105.000 hingga Rp 200.000, berapa harga yang dijual di pasaran untuk tes mandiri?
Berdasarkan pencarian di toko online, harga yang dijual ternyata lebih rendah. Misalnya saja di Tokopedia, alat tes dengan merk Clungene Rapid Test dipatok Rp 90.000.
Sementara di Bukalapak, untuk merek yang sama satu box yang berisi 25 alat test antigen harganya dipatok Rp 2.248.500 atau per satu alatnya Rp 89.940
Adapun di Blibli alat test antigen dengan merek Panbio Abbot satu box berisi 25 alat dibanderol Rp 3.300.000 atau per alatnya Rp 132.000.
Namun harga di toko online tersebut tentu belum memasukkan biaya petugas kesehatan dan alat pelindung diri yang mereka gunakan untuk melakukan tes. (*)











