satusuaraexpresa.co – JJ Rizal menyebut pemerintah sekarang adalah rezim kardus. Hal itu disampaikan Rizal melalui cuitan di twitternya.
Rizal mengkritisi pemerintah dalam hal ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), terkait rencana penghapusan pelajaran Sejarah dalam kurikulum sekolah.
“dasar rezim kardus kekuasaan durhaka, butir 8 nawacita itu bilangnya mau melakukan revolusi karakter bangsa melalui penataan kembali kurikulum pendidikan nasional yg menempatkan secara proporsional pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai patriotisme dan cinta tanah air…” tulis JJ Rizal dalam akun Twitter pribadinya, pada Jumat, (18/9/2020).
Seorang Sejarawan yang lahir pada 12 Februari 1972 di Jakarta itu, sangat kecewa dengan rencana pemerintah menghapus pelajaran sejarah dari sekolah.
Pasalnya, JJ melanjutkan, rezim saat ini merupakan yang kerap memuji Soekarno, namun pada kenyataan dilapangan bertolak belakang dengan perkataan Soekarno ‘Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah’ disingkat Jasmerah.
“inilah tragedi pemerintah yg ngakunya pengikut sukarno, memuja-muji setinggi langit bahkan memberhalakannya, tapi dlm prilaku mengkhianati pesannya yg sangat terkenal ‘jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.” ujar JJ Rizal.
JJ Rizal menganggap rezim saat ini hipokrit atau dalam KBBI memeliki arti, munafik, terkait rencana menghilangkan sejarah dari pelajaran.
“dasar rezim hipokrit, ga cukup sejarah ditinggalkan tapi mau dihilangkan” pungkasnya.
https://twitter.com/JJRizal/status/1306924860476596225?s=20













