Satusuaraexpress.co – Virus corona (CoV) telah menarik perhatian global, khususnya karena fitur virulensinya berubah menjadi infeksi pada manusia. Secara keseluruhan, enam varietas CoV, empat di antaranya menyebabkan umum gejala pilek, sedangkan SARS dua jenis dan sindrom pernapasan timur tengah (MERS) menghasilkan infeksi lebih parah dan mematikan. SARS-CoV-2 menyebabkan penyakit akut yang parah ( Acute Respiratory Distress Syndrom) yang bertanggung jawab atas pandemi global dan penyebab 5,67 persen kematian.
Perkembangan pengobatan COVID-19, menunjukkan hasil yang menjanjikan, namun masih jauh dari yang diharapkan. Obat repurposing seperti Remdesivir ( REM) atau chloroquin dianggap memiliki pengaruh yang baik pada pemulihan pasien COVID-19. Selain itu penelitian juga mengamati obat senyawa metabolit dari tanaman obat. Produk alami memberikan hasil yang luar biasa dalam struktur dan kompleksitas untuk penemuan obat untuk anti virus sintesis atau semi- sintetik.
Penelitian ini menunjukkan bahwa metabolit tumbuhan cukup menjanjikan di antara berbagai kandungan fitokimia yang telah dipelajari, salah satunya adalah sambiloto ( Andrographis paniculata) yang sangat menarik untuk diteliti lebih lanjut.
Sambiloto merupakan tumbuhan berkhasiat obat berupa terna tegak yang tingginya bisa mencapai 90 sentimeter. Asalnya diduga dari Asia tropika. Penyebarannya dari India ke selatan sampai di Siam, ke timur sampai semenanjung Malaya, kemudian ditemukan di Jawa (wikipedia).
Nama ilmiahnya andrographis paniculata
Sambiloto memiliki zat aktif bernama andrografolida. Zat ini diambil dari batang dan daun sambiloto. Meskipun rasanya sangat pahit, manfaat sambiloto dalam bidang kesehatan patut diperhitungkan. Sebab zat tersebut dianggap bisa merangsang sistem kesehatan tubuh dan bisa mencegah serangan penyakit. Sambiloto biasanya digunakan di beberapa negara untuk pengobatan flu biasa . Tanaman keluarga Acanthaceae ini telah dilaporkan sebagai penghambat SARS-CoV-2 . Dari penelitian menjelaskan bahwa sambiloto dapat menekan peningkatan NOD- like reseptor protein 3, capase-2, dan interleukin-1b, yang secara luas terlibat dalam patogenesis SARS-CoV dan mungkin juga SARS-CoV-2. Namun masih perlu diteliti lebih lanjut manfaatnya.
Manfaat sambiloto dalam kesehatan antara lain:
1. Meringankan gejala pilek
Sebagai bentuk pengobatan, penelitian menemukan manfaat sambiloto dalam bentuk ekstrak yang dikombinasikan dengan manfaat ginseng mungkin bisa meringankan gejala pilek seperti bersin- bersin, nyeri tenggorokkan, hidung tersumbat kemudian beringus, dan batuk- batuk. Biasanya gejala klinis akan berkurang setelah mengkonsumsi sambiloto.
2. Meningkatkan sistem kekebalan.
Ekstrak tanaman ini bersifat imunostimulan, yaitu meningkatkan kinerja organ- organ yang bethubungan dengan sistem imun. Efek ini terutama nekerja pada sistem saluran pernafasan bagian atas dan sambiloto dapat berhubungan dengan sistem imun. Sifat ini terutama bekerja pada infeksi saluran pernafasan atas dan infeksi HIV. Selain itu, sambiloto dapat digunakan untuk meredakan peradangan (anti inflamasi) dan mengurangi keluhan- keluhan yang berkaitan dengan organ hati.
3. Mencegah kanker
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sambiloto kemungkinan dapat mencegah kanker. Dalam penelitian tersebut diketahui sambiloto menghambat pembelahan sel kanker. Namun perlu diingat, ini adalah hasil penelitian yang dilakukan di laboratorium. Sel kanker yang ada dalam di dalam tubuh, meskipun sudah mengkonsumsi ekstra sambiloto secara teratur, reaksinya bisa berbeda. Hal ini nasih memerlukan penelitian.
Radang Tonsil ( Amandel)
Penelitian menemukan bahwa pemberian dosis tinggi enam gram sambiloto setiap hari dapat bekerja secara efektif untuk menurunlan demam serta radang tonsilitis.
Radang usus
Pada sebuah studi, peneliti mendapatkan bahwa mengkonsumsi ekstrak daun sambiloto setiap hari selama delapan minggu dapat mengurangi tingkat keparahan gejala radang usus.
Kolitis ulseratif
Beberapa studi mengenai penyakit kronik ulseratif dan penyakit Crohn membuktikan bahwa ekstrak sambiloto lebih unggul daripada placebo dalam memicu remisi gejala.
Osteoartritis
Penelitian membuktikan bahwa konsumsi ekstrak daun sambiloto setiap hari dapat mengurangi nyeri dan kekakuan sendi lutut pada kasus osteoartritis ringan maupun sedang.
Multiple Sclerosis
Ekstrak tanaman sambiloto dapat mengurangi kelelahan pada pasien multiple sclerosis berdasarkan studi yang dipublikasi oleh BMC Neuorology. Namun tidak menunjukkan perbedaan significan pada angka kekambuan, pengukuran inflamasi dan status disabilitas.
Dalam penelitian yang dilakukan Prof. Sukardiman dan Tim FK.Unair dengan pendekatan molecular docking dan ADMET didapatkan potensi 5-4-Dihydroxy7-ObD-pyran-glycuronate butyl ester, memiliki energi pengikatan terendah ( -8,37+ 0,06 kkal/ mol ) dan jenis ikatan paling banyak dengan residu asam amino 6LU7 (76%) dibandingkan dengan ligan ko- kristal aslinya dari n- (5-methylisoxazol-3-yl)-carbonyl-alanyl-1-valyl-n’1-((1r, 2z)-4-(benzyloxy)-4-oxo-1-(((3r)-2-oxopyrrollidin-3-yl)-methyl)-tetapi-2-enyl)-I-Ieucineamide; bahkan untuk senyawa sambiloto sebagai protease inhibitor COVID-19, namun studi lebih lanjut tetutama pada uji in vitro dan in vivo, selain itu proses mengisolasi senyawa aktif dari sambiloto perlu penelitian lebih lanjut.
Efek samping.
Efek samping ringan dapat berupa kehilangan nafsu makan, diare, muntah, muncul bercak kemerahan, sakit kepala, hidung berair, dan kelelahan. Ketika diberikan dalam dosis besar dapat menyebabkan timbulnya pembengkakan pada kelenjar getah bening, reaksi alergi serius, peningkatan enzim hati, dan sebagainya.
Anda bisa memanfaatkan daun sambiloto untuk membantu proses penyembuhan beberapa penyakit. Tapi ingat, Anda tidak bisa hanya mengandalkan herbal yang satu ini. Sambiloto merupakan terapi pelengkap atau penyerta untuk terapi utama pengobatan dari dokter.
Penulis : Dr. Mulyadi Tedjapranata













